tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengaku masih melakukan kajian terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi, yaitu RON 92, RON 95 dan RON 98. Hal ini, kata Bahlil membuat pengumuman seberapa besar penyesuaian harga Pertamax hingga solar Dexlite belum dilakukan karena masih menunggu penghitungan selesai dilakukan.
Dalam hal ini, penghitungan dilakukan oleh pemerintah dengan badan usaha seperti PT Pertamina (Persero) dan pihak swasta lainnya.
“Mengenai dengan BBM yang RON 92, RON 95, RON 98, termasuk dengan solar yang DEX. Itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai. Sekarang kita masih melakukan exercise,” kata Bahlil dalam keterangan pers usai Taklimat Presiden RI pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Meski begitu, Bahlil tetap berharap harga acuan minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Oil Price (ICP) bisa mengalami penurunan. Sehingga, harga BBM baik subsidi maupun nonsubsidi tidak akan semakin tertekan.
“Dan mudah-mudahan doakan agar betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi. Tapi, sampai sekarang kita masih melakukan perhitungan dengan badan usaha seperti Pertamina dan swasta,” tambah dia.
Sementara itu, sebelumnya pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi dan nonsubsidi demi menjaga daya beli masyarakat. Kata Bahlil sebelumnya, kajian yang dilakukan secara mendalam ini dilakukan pemerintah untuk memahami kondisi masyarakat selaku pengguna BBM non-subsidi maupun subsidi.
Namun, saat ditanya apakah bakal ada pembatasan pembelian BBM, Ketua Umum Partai Golkar tersebut belum menjawab secara lugas. Ia hanya menyatakan pembatasan pembelian BBM masih menjadi salah satu upaya untuk menjaga konsumsi BBM di dalam negeri.
"Nah tunggu sampai selesai, saya akan kabari. Yang jelas bahwa pemerintah sangat memahami kondisi yang hari ini yang ada di tengah-tengah masyarakat, baik itu yang untuk subsidi maupun non-subsidi," tuturnya.
"Nanti kita bahas ya [terkait pembatasan pembelian BBM]," lanjut Bahlil.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






































