tirto.id - Pejabat Venezuela kembali aktif menggunakan platform media sosial X. Akun X resmi Nicolas Maduro bahkan ikut membagikan twit meskipun Presiden Venezuela itu diculik oleh AS pada 3 Januari 2026 lalu. Hal ini menandai berakhirnya pembatasan X di Venezuela sejak 2024 lalu.
Menukil CNN, akun penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez telah aktif pada Selasa (13/1) malam. Ini jadi hari pertamanya aktif sejak X dilarang oleh Maduro pada 2024 lalu.
"Kami akan melanjutkan kontak melalui saluran ini. Venezuela tetap berdiri, dengan kekuatan dan kesadaran sejarah," tulis Delcy Rodriguez di akun X resminya.
Pada halaman profilnya, Delcy Rodriguez menulis kolom "bio"-nya sebagai "Presiden Sementara Republik Bolivarian Venezuela" dan menambahkan keterangan "Bersama dengan Presiden Nicolas Maduro di jalur Bolivar dan Chavez."
Tak hanya Delcy Rodríguez, Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello juga kembali membuat status di X pada Selasa.
"Mampir untuk memberikan pelukan erat kepada saudara-saudara dari Venezuela dan dunia yang telah mengikuti situasi di negara kita," tulis Diosdado Cabello.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, juga mengunggah twit di X untu menyerukan agar situasi di negaranya berlanjut "di jalan kemakmuran, dialog, dan rasa hormat". Tak hanya mereka, akun resmi Nicolas Maduro juga ikut mengunggah twit di X, meskipun kini Presiden Venezuela yang digulingkan AS itu tengah ditahan oleh Negara Paman Sam.
Akun X Milik Maduro Ikut Nge-twit, Kok Bisa?
Pada Selasa, akun resmi Nicolas Maduro turut mengunggah sebuah gambar Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya telah diculik AS pada operasi militer pada 3 Januari 2026.
Foto tersebut diunggah dengan narasi dalam bahasa Spanyol bertuliskan "11 hari telah berlalu sejak penculikan mereka" dan diberi tagar "#We Want Them Back".
Akan tetapi, sejauh ini belum terkonfirmasi siapa yang mengendalikan akun resmi Maduro dan mengunggah foto tersebut. Oleh sebab itu, unggahan di akun itu tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Maduro yang kini tengah menjalani proses pengadilan di AS.
Baik X maupun otoritas Venezuela juga belum memberikan keterangan resmi tentang apakah pembatasan akses X di Venezuela telah berakhir. Pembatasan akses X di Venezuela sendiri terjadi sejak Agustus 2024 lalu. Keputusan itu diambil pemerintahan Maduro usai terlibat perselisihan dengan pemilik X, Elon Musk.
Multimilioner teknologi itu menyebut Maduro sebagai diktator dan telah melakukan kecurangan dalam Pemilu Presiden Venezuela 2024. Sebagai respons, Maduro kemudian menuduh X sebagai platform yang menyebarkan ujaran kebencian, memicu fasisme, hingga mendorong terjadinya perang saudara.
Ketika Maduro kembali menjadi Presiden Venezuela, ia kemudian memblokir akses X di negara tersebut pada Agustus 2024. Pemblokiran itu disebut Maduro berlaku sementara waktu. Namun, penduduk Venezuela kesulitan mengakses platform X sejak saat itu.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






























