tirto.id - Sejumlah negara menyatakan dukungan dan mengecam langkah Amerika Serikat terhadap Venezuela. Mereka menyebut tindakan Presiden Donald Trump bertentangan dengan hukum internasional dan mengancam stabilitas regional.
Enam negara yang berasal dari Amerika Latin dan Spanyol secara tegas menolak aksi militer AS di Venezuela. Mereka mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan penyelesaian krisis melalui dialog damai dan menghormati kedaulatan Venezuela.
"Situasi di Venezuela harus diselesaikan secara eksklusif melalui cara-cara damai, melalui dialog, negosiasi, dan penghormatan terhadap kehendak rakyat Venezuela dalam segala manifestasinya, tanpa campur tangan eksternal dan sesuai dengan hukum internasional," demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh enam negara, Minggu (4/1), seperti dilansir dari Sputnik.
Sebelumnya, Sabtu (3/1), Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, dan menangkap Presiden Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores.
Enam Negara yang Dukung Venezuela dan Kecam Tindakan Trump
Melansir Sputnik, Brasil, Chile, Kolombia, Meksiko, Uruguay, dan Spanyol menyampaikan keprihatinan atas upaya Amerika Serikat mengambil alih sumber daya alam dan aset strategis Venezuela.
Mereka dalam pernyataan bersama mengatakan langkah tersebut bertentangan dengan hukum internasional serta mengancam stabilitas politik, ekonomi, dan sosial kawasan.
“Kami menyampaikan keprihatinan atas segala upaya pengendalian negara, pengelolaan, atau perampasan eksternal atas sumber daya alam atau strategis, yang tidak sesuai dengan hukum internasional serta mengancam stabilitas politik, ekonomi, dan sosial kawasan,” demikian bunyi pernyataan, Minggu (4/1), seperti dilansir dari Sputnik.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili karena diduga terlibat dalam "narkoterorisme" dan menimbulkan ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.
Caracas meminta pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB sebagai tanggapan atas serangan AS. Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai kepala negara sementara.
Selain kelima negara Amerika Latin dan Spanyol, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela. Rusia menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, serta penyelesaian krisis melalui dialog serta penghormatan terhadap hak rakyat Venezuela.
Cina juga mengecam penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya oleh pasukan AS. Cina menyebut langkah yang dilakukan AS melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara lain.
Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Konflik AS vs Venezuela. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































