tirto.id - Para pemimpin dunia bereaksi terhadap penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) di Caracas, Sabtu (3/1) waktu setempat. Berbagai pemimpin global mengeluarkan pernyataan yang mencerminkan perbedaan pandangan terkait aksi tersebut.
Melansir Sputnik, laporan ledakan terdengar di Caracas, ibu kota Venezuela. Sejumlah warga mengaku mendengar suara dentuman di beberapa distrik, termasuk sekitar Bandara Internasional Simón Bolívar di Maiquetía dan Pelabuhan La Guaira.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan Amerika Serikat telah melancarkan operasi militer berskala besar di Venezuela. Ia juga mengklaim Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut.
Kumpulan Pernyataan Kepala Dunia atas Penangkapan Maduro
Melansir Reuters, sejumlah negara, termasuk Cina, Rusia, Brasil, dan Iran mengecam operasi militer AS di Venezuela sebagai pelanggaran kedaulatan. Mereka menyerukan penghormatan terhadap prinsip non-intervensi dan de-eskalasi ketegangan.
Sementara itu, beberapa negara sekutu Barat dan Amerika Latin memilih sikap yang lebih hati-hati, menyerukan dialog dan solusi politik damai. Di sisi lain, beberapa pemimpin menyambut berakhirnya rezim Maduro sebagai langkah menuju demokrasi dan stabilitas regional.
Berikut ini ialah kumpulan pernyataan dari berbagai kepala dunia atas serangan AS dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat:
1. Kolombia
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, melalui serangkaian pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, menyebut bahwa Venezuela telah menjadi sasaran serangan militer.“Republik Kolombia menegaskan kembali keyakinannya bahwa perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, dan perlindungan terhadap kehidupan dan martabat manusia harus diutamakan daripada segala bentuk konfrontasi bersenjata,” ujar Petro.
Dalam unggahan lain, ia menegaskan bahwa Kolombia menolak segala bentuk agresi terhadap kedaulatan Venezuela maupun wilayah Amerika Latin. Petro juga telah mengerahkan pasukan militer ke perbatasan Venezuela, seperti dilansir Aljazeera.
2. Meksiko
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengutuk intervensi militer di Venezuela. Ia juga mengutip pasal Piagam PBB untuk menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara.“Para Anggota Organisasi, dalam hubungan internasional mereka, harus menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun, atau dengan cara lain yang tidak sesuai dengan Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Claudia.
3. Brasil
Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, mengecam serangan AS dan penangkapan Maduro sebagai tindakan yang melampaui “batas yang dapat diterima”. Ia menekankan bahwa aksi tersebut melanggar hukum internasional dan menimbulkan risiko kekacauan global.“Menyerang negara lain, yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional, adalah langkah pertama menuju dunia yang penuh kekerasan, kekacauan, dan ketidakstabilan, di mana hukum yang terkuat mengalahkan multilateralisme,” tulis Lula di platform media sosial X.
Presiden Brasil itu membandingkan serangan AS dengan intervensi bermasalah sebelumnya di Amerika Latin. Ia menyerukan agar komunitas internasional, termasuk PBB, menanggapi peristiwa ini dengan tegas.
4. Argentina
Presiden Argentina, Javier Milei, menyatakan bahwa serangan AS menandai runtuhnya rezim seorang diktator yang memanipulasi pemilu. Ia menekankan bahwa meskipun kalah telak dalam pemilu terakhir, presiden Venezuela tetap berkuasa.“Itulah mengapa saya mengatakan bahwa berita hari ini adalah kabar baik bagi dunia bebas,” ujar Milei.
Menurut Milei, Edmundo Gonzalez Urrutia harus mengambil alih kekuasaan karena memenangkan pemilu. Presiden terpilih memiliki hak dan kewajiban untuk menjalankan masa jabatannya.
5. Cina
Kementerian Luar Negeri Cina mengutuk tindakan kekerasan AS terhadap negara berdaulat. Mereka juga mengecam serangan terhadap presiden Venezuela dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan.“Cina dengan tegas menentang perilaku hegemonik AS tersebut, yang secara serius melanggar hukum internasional, melanggar kedaulatan Venezuela, dan mengancam perdamaian dan keamanan di Amerika Latin dan Karibia. Kami mendesak AS untuk mematuhi hukum internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB dan berhenti melanggar kedaulatan dan keamanan negara lain,” ujar Kementeria Luar Negeri Cina.
6. Iran
Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan pemerintah harus tegas melawan upaya musuh yang mencoba memaksakan kehendaknya melalui klaim palsu. Ia menekankan pentingnya berdiri teguh dan mengandalkan dukungan rakyat serta Tuhan.“Mengutuk keras serangan militer Amerika terhadap Venezuela dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas wilayah negara tersebut,” ujar Ayatollah.
Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan militer Amerika terhadap Venezuela. Mereka menilai aksi tersebut melanggar kedaulatan dan integritas wilayah negara tersebut.
7. Rusia
Moskow menyatakan keprihatinan dan mengutuk tindakan agresi AS terhadap Venezuela. Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan pentingnya mencegah eskalasi lebih lanjut dan menyelesaikan krisis melalui dialog.Rusia menegaskan hak Venezuela untuk menentukan nasib sendiri tanpa campur tangan militer asing. Mereka juga menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela dan menyoroti bahwa penangkapan Maduro dan istrinya, jika benar, merupakan pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat diterima.
“Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan rakyat Venezuela dan dukungan kami terhadap kebijakan kepemimpinan mereka dalam membela kepentingan nasional dan kedaulatan negara,” ujar kementerian Luar Negeri Rusia.
8. Britania Raya
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengatakan negaranya tidak terlibat dalam serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Ia menyebut ingin berbicara dengan Trump dan mencari tahu fakta lengkap tentang apa yang telah terjadi.“Saya ingin memastikan fakta-faktanya terlebih dahulu. Saya ingin berbicara dengan Presiden Trump. Saya ingin berbicara dengan sekutu. Saya dapat menegaskan dengan jelas bahwa kami tidak terlibat… dan saya selalu mengatakan dan percaya bahwa kita semua harus menjunjung tinggi hukum internasional,” ujarnya.
9. Uni Eropa
Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, Kaja Kallas, menyatakan telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan duta besar UE di Caracas terkait situasi terkini di Venezuela.“Uni Eropa memantau dengan cermat situasi di Venezuela,” tulis Kallas dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X.
Uni Eropa menegaskan bahwa Presiden Maduro tidak memiliki legitimasi dan mendukung transisi damai di Venezuela. Mereka menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional, Piagam PBB, dan menekankan keselamatan warga Uni Eropa sebagai prioritas utama.
10. Spanyol
Kementerian Luar Negeri Spanyol menyerukan de-eskalasi, sikap moderat, dan penghormatan terhadap hukum internasional di Venezuela. Pemerintah Spanyol juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan menghindari ketegangan lebih lanjut.Selain itu, Spanyol menawarkan diri sebagai mediator untuk membantu mencari solusi damai di Venezuela. Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong dialog dan penyelesaian politik yang aman bagi semua pihak.
11. Jerman
Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa mereka memantau situasi di Venezuela dengan sangat cermat dan mengikuti laporan terbaru dengan penuh keprihatinan.“Kementerian Luar Negeri menjalin kontak erat dengan kedutaan di Caracas,” ujar Berlin.
Ia menambahkan bahwa tim krisis pemerintah tengah menggelar pertemuan dan menjalin koordinasi intens dengan mitra-mitra terkait.
12. Italia
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyatakan bahwa pemerintahnya memantau secara ketat situasi di Venezuela. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan dan mengumpulkan informasi mengenai warga negara Italia di sana."Memantau dengan cermat situasi di Venezuela", juga dengan tujuan," ujar Giorgia.
Meloni menambahkan bahwa ia terus berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Antonio Tajani. Saat ini, sekitar 160.000 warga Italia tinggal di Venezuela, banyak di antaranya memiliki kewarganegaraan ganda, seperti dilansir Aljazeera.
13. Amerika Serikat
Jaksa Agung AS, Pam Bondi, menyatakan Maduro dan istrinya telah didakwa di Distrik Selatan New York. Tuduhan terhadap Maduro meliputi konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, dan kepemilikan senjata terlarang.Bondi menambahkan bahwa keduanya akan menghadapi proses hukum penuh di pengadilan Amerika. Ia menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani sesuai sistem peradilan AS.
Senator Mike Lee mengatakan operasi militer AS di Venezuela selesai setelah penangkapan Maduro. Ia menulis di X bahwa tidak akan ada tindakan lebih lanjut setelah Maduro berada dalam tahanan AS.
14. Perancis
Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Noel Barrot, mengatakan serangan AS di Venezuela telah merusak hukum internasional.“Operasi militer yang menyebabkan penangkapan Nicolas Maduro melanggar prinsip tidak menggunakan kekerasan, yang mendasari hukum internasional. Prancis menegaskan kembali bahwa tidak ada solusi politik yang langgeng yang dapat dipaksakan dari luar dan bahwa hanya rakyat yang berdaulat sendiri yang dapat menentukan masa depan mereka,” tulis Barrot di platform media sosial X.
15. Indonesia
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyatakan Indonesia memantau situasi di Venezuela untuk memastikan keselamatan warganya. Pemerintah terus mengikuti perkembangan operasi militer yang terjadi di negara tersebut.Indonesia menyerukan semua pihak untuk menekankan penyelesaian damai melalui dialog. Selain itu, perlindungan terhadap warga sipil tetap menjadi prioritas utama.
“Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak terkait untuk memprioritaskan penyelesaian damai melalui de-eskalasi dan dialog, sambil memprioritaskan perlindungan warga sipil,” ujar Yvonne.
Indonesia juga menegaskan pentingnya menghormati hukum internasional prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam PBB. Pendekatan hukum dan diplomasi dianggap kunci untuk menenangkan situasi regional.
Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Internasional. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id





























