Menuju konten utama

Bagaimana Proses Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro?

Operasi penangkapan Maduro ini berlangsung tak lebih dari 30 menit. Berikut rincian proses penangkapan pemimpin Venezuela tersebut.

Bagaimana Proses Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro?
Sebuah kendaraan pencegat rudal yang terbakar terlihat di pangkalan udara La Carlota di Caracas pada 3 Januari 2026, setelah pasukan AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro setelah melancarkan "serangan skala besar" di negara Amerika Selatan tersebut. (Foto oleh Federico PARRA / AFP)

tirto.id - Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores tiba di Pangkalan Udara Stewart pada Sabtu (3/1/2026) sore waktu setempat, setelah ditangkap dalam operasi militer AS di Caracas.

Dikutip dari CBS News, Maduro dan istrinya ditangkap di rumah mereka di Caracas, Venezuela. Mereka kemudian dibawa ke kapal perang USS Iwo Jima.

Melalui Truth Social, Presiden AS Donald Trump membagikan foto Maduro di USS Iwo Jima. Dalam foto tersebut tampak mata Maduro ditutup dengan blackout goggles dan telinga ditutup sejenis hearing protection muffs. Maduro tampak memegang sebotol air mineral dengan tangan yang diborgol.

Proses Operasi Absolute Resolve AS di Venezuela

Dikutip dari AP News, militer AS telah mengumpulkan kekuatan di lepas pantai Venezuela selama berbulan-bulan. Mereka juga tampil mencolok di Amerika Latin dengan meledakkan kapal-kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba serta membunuh para penumpangnya.

Pada saat yang sama, badan intelijen AS dengan cermat mempelajari kebiasaan Presiden Maduro. Mereka mencatat detail-detail kecil seperti kebiasaan makan, di mana ia berada pada jam-jam tertentu, serta detail tentang hewan peliharaannya hingga pakaian yang ia kenakan.

“Kami berpikir, merencanakan, berlatih, melakukan simulasi, mengevaluasi, lalu berlatih lagi, berkali-kali,” kata Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Gabungan. Ia menambahkan bahwa pasukannya sudah siap sejak awal Desember 2025.

“Bukan sekadar untuk memastikan semuanya berjalan benar, tapi untuk memastikan kami tidak membuat kesalahan sama sekali,” lanjutnya.

Selain itu, pasukan khusus AS Delta Force melakukan simulasi penangkapan dengan membuat replika kompleks kepresidenan Venezuela.

"Mereka bahkan membangun sebuah rumah yang identik dengan rumah yang mereka masuki, dengan semua hal yang sama, semua baja di mana-mana,” kata Trump, dikutip dari AP News.

AS juga menyiapkan pasukan khusus yang dilengkapi alat pemotong baja raksasa. Pasukan ini khusus untuk menembus dinding baja jika Maduro bersembunyi di safe room.

“Dia [Maduro] tidak sempat menutup ruang itu [safe room]. Dia berusaha masuk ke sana, tetapi dia disergap dengan sangat cepat sehingga tidak sempat masuk ke sana,” kata Trump.

Stasiun televisi AS, CBS, melaporkan bahwa awalnya misi ini direncanakan pada Hari Raya Natal. Namun, cuaca yang kurang bersahabat membuat AS menunda misi di Venezuela yang diberi nama “Absolute Resolve” tersebut.

Pasukan AS tetap bersiaga sambil menunggu kondisi cuaca yang ideal agar bisa mengerahkan pesawat-pesawat tempur menuju Caracas.

Pada Jumat (2/1/2026) malam, cuaca tampak bersahabat. Pilot-pilot AS mulai dikerahkan untuk membuka jalur yang hanya bisa dilewati oleh penerbang paling terampil di dunia.

Helikopter-helikopter dikerahkan dengan diterbangkan rendah di atas air untuk memasuki Venezuela. Sementara di atas, pesawat militer AS siaga menjaga helikopter-helikopter tersebut.

Di saat bersamaan, pasukan khusus bergerak mematikan sebagian besar lampu di Caracas. Dalam kegelapan tersebut, pasukan AS menyerang fasilitas militer hingga sipil. Tercatat tujuh ledakan dalam serangan tersebut yang dimulai Sabtu pukul 01.50 waktu setempat, menurut laporan warga.

Saat ledakan terjadi di Caracas, pasukan khusus AS termasuk pasukan elit Delta Force bergerak dalam senyap ke dalam kota. Mereka menyusup ke kediaman Maduro, dan membawanya dan sang istri secara diam-diam.

Operasi penangkapan Maduro di kediamannya berlangsung tak lebih dari 30 menit. Sementara total operasi melalui darat, laut, dan udara berlangsung selama 2 jam 20 menit, dikutip dari BBC.

Setelah ditangkap, Maduro dan Istrinya dibawa ke kapal perang USS Iwo Jima yang berada di lepas pantai menggunakan helikopter. Selanjutnya mereka diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan pidana.

Setelah mendarat di New York, ia diterbangkan dengan helikopter ke Westside Heliport di Manhattan dan kemudian dibawa ke kantor pusat Badan Pemberantasan Narkoba AS (DEA) untuk proses administrasi penahanan, menurut laporan media AS yang dikutip BBC.

Dari sana, Maduro dipindahkan ke Metropolitan Detention Center (MDC) di Brooklyn, tempat ia akan ditahan sebelum menghadapi dakwaan terkait narkoba dan senjata di pengadilan federal Manhattan pada pekan depan.

Maduro tiba di pusat tahanan Brooklyn itu pada Sabtu (3/1/2026) pukul 20.52 waktu Timur (ET) atau Minggu (4/1/2026) pukul 08.52 WIB. Sementara itu, status penahanan istrinya belum diketahui.

MDC dikenal memiliki pengamanan ketat serta prosedur khusus, dan kerap menjadi tempat penahanan sementara bagi para terdakwa terkenal sebelum menjalani proses persidangan di pengadilan federal.

Fasilitas ini pernah menahan sejumlah terdakwa terkenal lainnya, seperti Joaquin “El Chapo” Guzman, Luigi Mangione, Sean “Diddy” Combs, dan Ghislaine Maxwell.

Trump mengatakan beberapa anggota pasukan AS terluka dalam operasi tersebut, tetapi tidak ada yang tewas. Satu helikopter sempat terkena tembakan saat mendekati kompleks Maduro, tetapi masih bisa terbang kembali dengan aman.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS VS VENEZUELA atau tulisan lainnya dari Yantina Debora

tirto.id - Flash News
Penulis: Yantina Debora
Editor: Iswara N Raditya