Menuju konten utama

AS Lancarkan Operasi Militer di Venezuela

Venezuela berada dalam status darurat nasional.

AS Lancarkan Operasi Militer di Venezuela
Kebakaran di Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, terlihat dari kejauhan setelah serangkaian ledakan di Caracas pada 3 Januari 2026. Foto/AFP
2026/01/03/serangan-venezuela-afp-3_8433.jpg
Pemandangan malam Caracas yang diambil setelah serangkaian ledakan terdengar pada 3 Januari 2026. Ledakan keras, disertai suara yang menyerupai pesawat terbang melintas, terdengar di Caracas sekitar pukul 02.00 pagi (0600 GMT) pada 3 Januari, menurut laporan seorang jurnalis AFP. Ledakan tersebut terjadi ketika Presiden AS Donald Trump, yang telah mengerahkan gugus tugas angkatan laut ke Karibia, mengemukakan kemungkinan serangan darat terhadap Venezuela. AFP/Federico PARRA
2026/01/03/serangan-venezuela-afp-2_8432.jpg
Sebuah kendaraan terbakar di pangkalan udara La Carlota di Caracas setelah serangkaian ledakan pada 3 Januari 2026. menimbulkan suara keras, disertai suara yang menyerupai pesawat terbang melintas, terdengar di Caracas sekitar pukul 02.00 pagi (0600 GMT) pada 3 Januari, lapor seorang jurnalis AFP. Pengumuman tersebut terjadi ketika Presiden AS Donald Trump, yang telah mengerahkan gugus tugas angkatan laut ke Karibia, mengemukakan kemungkinan serangan darat terhadap Venezuela. AFP/Juan BARRETO
2026/01/03/serangan-venezuela-afp-1_8431.jpg
Foto kobaran api di Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, setelah serangkaian ledakan di Caracas pada 3 Januari 2026. Ledakan keras, disertai suara yang menyerupai pesawat terbang melintas, terdengar di Caracas sekitar pukul 02.00 pagi (0600 GMT) pada 3 Januari, menurut laporan seorang jurnalis AFP. Ledakan tersebut terjadi ketika Presiden AS Donald Trump, yang telah mengerahkan gugus tugas angkatan laut ke Karibia, mengemukakan kemungkinan serangan darat terhadap Venezuela. AFP/ Luis JAIMES
2026/01/03/serangan-venezuela-afp-4_8434.jpg
Warga sipil yang tinggal di dalam Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, meninggalkan tempat itu di Caracas pada 3 Januari 2026, setelah pasukan AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro setelah melancarkan "serangan skala besar" di negara Amerika Selatan tersebut.AFP/Federico PARRA
2026/01/03/serangan-venezuela-afp-5_8435.jpg
Seorang Tentara berjaga di pintu masuk Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, di Caracas pada 3 Januari 2026, setelah pasukan AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro setelah melancarkan "serangan skala besar" di negara Amerika Selatan tersebut. AFP/Federico PARRA
2026/01/04/konflik-as-venezuela-8.jpg
Petugas polisi bersenjata berdiri di depan fasilitas Penahanan Metropolitan di distrik Brooklyn, New York, tempat presiden yang digulingkan Nicolas Maduro diperkirakan akan ditahan, pada 3 Januari 2026 di Kota New York. (Foto oleh John Lamparski / AFP)
2026/01/04/konflik-as-venezuela-1.jpg
Seorang tentara Kolombia berjaga di perbatasan dengan Venezuela di Cucuta, Kolombia, pada 3 Januari 2026, setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto oleh Raul ARBOLEDA / AFP)
2026/01/04/konflik-as-venezuela-5.jpg
Seorang wanita mengibarkan bendera Venezuela saat merayakan kemenangan di MedellĂ­n, Kolombia, pada 3 Januari 2026, setelah pasukan AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro. P (Foto oleh JAIME SALDARRIAGA / AFP)
2026/01/04/konflik-as-venezuela-4.jpg
Warga berdemonstrasi menentang aksi militer AS di Venezuela di Boston Common pada 3 Januari 2026 di Boston, Massachusetts. (Foto oleh Joseph Prezioso / AFP)
2026/01/04/konflik-as-venezuela-3.jpg
Anggota organisasi sosial memprotes operasi militer AS di Venezuela di luar kedutaan besar AS di Mexico City pada 3 Januari 2026, setelah pasukan AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro. (Foto oleh Alfredo ESTRELLA / AFP)

tirto.id - Ketegangan geopolitik di Amerika Latin mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer skala besar di wilayah Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026. Operasi yang diberi sandi "Absolute Resolve" ini melibatkan serangan udara di berbagai titik strategis, termasuk ibu kota Caracas, yang menyebabkan lumpuhnya sejumlah instalasi militer penting negara tersebut.

Serangan sepihak ini memicu gelombang kecaman internasional. Tiongkok dan Rusia mengutuk keras penggunaan kekuatan militer oleh AS, menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyerukan agar semua pihak menahan diri. Indonesia mendorong stabilitas keamanan di kawasan Amerika Latin dan menekankan pentingnya solusi damai pasca-penangkapan Maduro.

Hingga saat ini, situasi di perbatasan Venezuela, terutama dengan Brasil, tetap tegang seiring dengan penutupan wilayah perbatasan untuk mencegah ketidakstabilan lebih lanjut.

FOTO / AFP

Baca juga artikel terkait FOTO - TIRTO atau tulisan lainnya dari Dadan Gustian

Oleh: Dadan Gustian