Menuju konten utama

Saat Siswa SD di Semarang Belajar di Bawah Bangunan Rapuh

Makan gratis di SD Pendrikan Lor Semarang di bawah atap rapuh yang belum diperbaiki.

Saat Siswa SD di Semarang Belajar di Bawah Bangunan Rapuh
Siswa-siswi SDN Pendrikan Lor 02 Semarang beraktivitas di dalam kelas yang kusen pintu dan jendelanya rusak, Selasa (28/7/2026). tirto.id/Baihaqi Annizar
2026/07/29/sdn-pendrikan-lor-02-semarang-2.jpg
Siswa-siswi SDN Pendrikan Lor 02 Semarang menyantap MBG di ruang kelas yang langit-langitnya bolong, Selasa (28/7/2026). tirto.id/Baihaqi Annizar
2026/07/29/sdn-pendrikan-lor-02-semarang-0729--9.jpg
Siswa-siswi SDN Pendrikan Lor 02 Semarang berolahraga di lapangan sekolah, Selasa (28/7/2026). tirto.id/Baihaqi Annizar
2026/07/29/sdn-pendrikan-lor-02-semarang-0729--6.jpg
Siswa-siswi SDN Pendrikan Lor 02 Semarang beraktivitas di teras ruang kelas yang rusak, Selasa (28/7/2026). tirto.id/Baihaqi Annizar
2026/07/29/sdn-pendrikan-lor-02-semarang-0729--3.jpg
Siswa-siswi SDN Pendrikan Lor 02 Semarang antre mengambil MBG di depan kelas rusak, Selasa (28/7/2026). tirto.id/Baihaqi Annizar
2026/07/29/sdn-pendrikan-lor-02-semarang-0729--8.jpg
Kepala SDN Pendrikan Lor 02 Semarang, Dwi Hartiningsih (baju ungu) sedang mengawasi siswanya yang antre mengambil jatah MBG, Selasa (28/7/2026). tirto.id/Baihaqi Annizar
2026/07/29/sdn-pendrikan-lor-02-semarang-0729--2.jpg
Dua siswa SDN Pendrikan Lor 02 Semarang melongok perpustakaan dari jendela yang sudah keropos, Selasa (28/7/2026). tirto.id/Baihaqi Annizar
2026/07/29/sdn-pendrikan-lor-02-semarang-0729--5.jpg
Buku-buku tertata dalam lemari di ruang perpustakaan berdebu di SDN Pendrikan Lor 02 Semarang, Selasa (28/7/2026). tirto.id/Baihaqi Annizar
2026/07/29/sdn-pendrikan-lor-02-semarang-0729--4.jpg
Kepala SDN Pendrikan Lor 02 Semarang, Dwi Hartiningsih menunjukkan jendela rusak tanpa kaca, Selasa (28/7/2026). tirto.id/Baihaqi Annizar
2026/07/29/sdn-pendrikan-lor-02-semarang-0729--11.jpg
Lemari rusak masih dimanfaatkan untuk menyimpan barang di ruang kela SDN Pendrikan Lor 02 Semarang, Selasa (28/7/2026). tirto.id/Baihaqi Annizar
2026/07/29/sdn-pendrikan-lor-02-semarang-0729--10.jpg
Ventilasi atas jendela SDN Pendrikan Lor 02 Semarang rusak, Selasa (28/7/2026). tirto.id/Baihaqi Annizar
2026/07/29/sdn-pendrikan-lor-02-semarang-0729--7.jpg
Beberapa buah genteng bergeser dari tempatnya dan nyaris jatuh di bangunan rusak SDN Pendrikan Lor 02 Semarang, Selasa (28/7/2026). tirto.id/Baihaqi Annizar

tirto.id - Makan bergizi gratis (MBG) tersaji di ruang kelas 2B SD Negeri Pendrikan Lor 02 Kota Semarang, Selasa pagi, 28 Juli 2026. Anak-anak menyantapnya di bawah plafon yang sudah lama ambrol.

Pemandangan tersebut bukan hal baru. Langit-langit ruang kelas itu bolong karena tertimpa atap yang ambrol akibat hujan deras disertai angin kencang pada 2 Maret 2026.

Saat itu, sekolah hanya memperbaiki reng dan genteng yang rusak, agar air hujan tak lagi masuk. Sementara plafon dibiarkan menganga hingga kini, hampir lima bulan berlalu.

Namun persoalannya ternyata bukan sekadar plafon yang bolong.

Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1950 itu memang telah menua. Rangka atapnya berupa kayu yang sudah menghitam. Di beberapa bagian terlihat bekas tambal sulam.

Di ruangan berbeda, tempat anak-anak kelas 2A menimba ilmu, kondisi plafon masih utuh. Sekilas ruangan itu tampak lebih baik dibanding kelas 2B yang ada di sebelahnya.

Namun, rasa khawatir yang dirasakan guru maupun siswa tidak jauh berbeda. Sebab mereka tahu, yang rapuh bukan hanya plafonnya, melainkan rangka bangunan di atasnya.

Setiap kali hujan turun atau angin bertiup lebih kencang, kekhawatiran itu datang lagi. Tak ada yang bisa memastikan apakah langit-langit yang hari ini masih utuh akan tetap bertahan esok hari.yarakat terhadap SD negeri.

Baca juga artikel terkait FOTO atau tulisan lainnya dari Dadan Gustian

Oleh: Dadan Gustian
Kontributor: Baihaqi Annizar