tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Venezuela akan menyerahkan minyak sebanyak 30 sampai 50 juta barel ke negaranya. Minyak ini akan sepenuhnya dikelola oleh AS.
“Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan uang itu akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat!” kata Trump dalam unggahan daring dikutip The Guardian, Rabu (7/1/2026)
Penyerahan minyak ini bagian dari sanksi untuk Venezuela. Negara di Amerika Latin itu berupaya menghindari pengurangan produksi secara signifikan di tengah blokade ekspor yang diberlakukan Washington sejak pertengahan Desember lalu.
Ada jutaan barel minyak di kapal tanker dan tangki penyimpanan milik Venezuela yang belum dapat dikirimkan akibat blokade ekspor AS. Minyak ini masih tertahan sampai akhirnya Presiden Nicolas Maduro ditangkap AS dalam operasi militer pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Trump mengatakan minyak tersebut nantinya diangkut memakai kapal penyimpanan dan selanjutnya dibawa langsung menuju dermaga bongkar muat yang berada di AS.
“Saya telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera melaksanakan rencana ini,” ujar Trump.
AS Minta Kontrak Eksklusif soal Minyak Venezuela
Pejabat pemerintah Caracas dan Washington sudah bertemu untuk membahas ekspor minyak mentah dari Venezuela ke berbagai kilang minyak di AS pada Selasa lalu.
Cina yang menjadi pembeli utama minyak Venezuela dekade terakhir akan kena imbasnya. Pasalnya, kedua pihak tersebut juga sepakat melakukan pengalihan pasokan bagi Cina agar perusahaan minyak milik Venezuela, PDVSA, terhindar dari kebijakan pengurangan produksi lebih besar.
Keputusan menyingkirkan Cina dalam perdagangan minyak ini sebagai bagian tuntutan AS kepada presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez agar diizinkan memproduksi lebih banyak minyak. Mengutip ABC News ada tiga tuntutan dari Gedung Putih menurut beberapa sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Pertama, Venezuela tidak diperbolehkan lagi berniaga dengan China, Rusia, Iran, dan Kuba terkait minyak. AS juga meminta pemutusan kerja sama ekonomi dengan negara-negara tersebut.
Kedua, Venezuela harus menyetujui bahwa AS menjadi mitra eksklusif dalam produksi minyak. Terakhir, negara Amerika Latin ini juga mesti mengutamakan penjualan minyak mentah kepada negara Paman Sam tersebut.
Sumber lain menyebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan kepada anggota parlemen dalam pengarahan tertutup Senin kemarin, bahwa ia yakin AS bisa memaksa Venezuela dalam hal minyak. Pasalnya, kapal tanker minyak yang ada di negara tersebut saat ini sudah penuh.
Di sisi lain, Rubio mengatakan waktu yang dimiliki Caracas sangat terbatas hanya beberapa pekan. Venezuela terancam kebangkrutan ekonomi jika tidak ada penjualan minyak.
Simak berbagai informasi mengenai konflik AS vs Venezuela dalam tautan berikut:
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































