Menuju konten utama

ESDM Pantau Dampak Konflik AS vs Venezuela terhadap Sektor Migas

Pemerintah menyatakan kondisi pasokan dan harga minyak mentah (crude oil) Indonesia masih stabil.

ESDM Pantau Dampak Konflik AS vs Venezuela terhadap Sektor Migas
Doorstop Direktur Jenderal Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman di Gedung ESDM. tirto.id/Natania Longdong
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah memantau perkembangan situasi global pascaserangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela.

Meski pengamat mewanti-wanti potensi dampaknya pada harga energi, pemerintah menyatakan kondisi pasokan dan harga minyak mentah (crude oil) Indonesia masih stabil.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan sumber minyak mentah Indonesia tidak bergantung pada Venezuela. Hal ini menjadi faktor utama yang meredam dampak langsung terhadap pasokan.

"Kita sumber crude-nya (minyak mentah) itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil," kata Laode usai penutupan Posko Nataru di Kompleks BPH Migas, Senin (5/1/2026).

Adapun mengenai potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, Laode menegaskan bahwa hingga saat ini belum terlihat dampak signifikan.

"Pada saat hari ini kita belum melihat. Tidak signifikan,” ucapnya.

Meski demikian, Laode mengatakan pihaknya mengaku tetap menyiapkan langkah antisipasi sebagai bentuk kewaspadaan, meskipun ia tak menyebutkan langkah antisipasi yang diambil. "Antisipasi itu selalu ada,” tambahnya.

Soal kemungkinan perubahan harga di akhir bulan, Laode mengingatkan bahwa pemerintah baru saja mengumumkan kondisi aman. Ia meminta semua pihak menunggu perkembangan lebih lanjut sambil terus memantau situasi.

"Kita pantau dulu, ya," tuturnya.

Sebelumnya, harga minyak mentah WTI bergejolak pada perdagangan hari ini, Senin (5/1/2025). Pada saat perdagangan siang ini, pukul 14.02 WIB harga minyak dunia anjlok 0,73 ke level 56,90 persen, setelah sempat meningkat di level 57,34 pada pagi ini.

Melansir Trading Economics, anjloknya harga minyak dunia ini disebut imbas dari serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

“Futures minyak mentah WTI jatuh mendekati $57 per barel pada hari Senin, memperpanjang kerugian untuk sesi ketiga berturut-turut saat investor menilai implikasi serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro,” tulis laporan itu.

Di sisi lain, pasar sedang menimbang dampak potensial terhadap pasokan minyak mentah regional, mengingat Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS VS VENEZUELA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama