Menuju konten utama

Profil Wapres Venezuela Delcy Rodriguez & Nasib usai Serangan AS

Wapres Venezuela, Delcy Rodriguez, kini berstatus ad interim. Ia dibayangi ancaman dari Donald Trump usai penangkapan Nicolas Maduro. Siapa sosok Delcy?

Profil Wapres Venezuela Delcy Rodriguez & Nasib usai Serangan AS
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez berbicara selama konferensi pers di Caracas pada 11 Agustus 2025. (Foto oleh Juan BARRETO / AFP)

tirto.id - Wakil Presiden yang kini jadi Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez, jadi sorotan usai Amerika Serikat (AS) menculik Nicolas Maduro dan istrinya, Celia Flores, pada Sabtu (3/1/2026) lalu. Berikut profil Delcy Rodriguez.

Pascaserangan AS ke Caracas pada Sabtu lalu, teka-teki pengisi kekosongan kekuasaan usai penangkapan Nicolas Maduro mencuat.

Pada prinsipnya, jika Nicolas Maduro tak bisa menjalankan tugasnya selaku Presiden Venezuela, maka wapres Delcy Rodriguez akan menggantikannya.

Menukil CBS News, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu menyatakan bahwa AS kini berkuasa di Venezuela selama masa transisi dan memiliki akses total ke cadangan minyak negara tersebut. Pada Minggu (4/1), Trump juga menyatakan bahwa AS "bertanggung jawab" atas Venezuela.

Hal itu membuat teka-teki nasib Delcy Rodriguez diliputi kabut, sebagaimana konstitusi Venezuela dalam merespons penculikan Maduro.

Dalam keterangan pascapenculikan Maduro, Delcy Rodriguez membuat pernyataan bahwa aksi militer AS sebagai "agresi yang brutal".

"Hanya ada satu presiden di negara ini, dan namanya adalah Nicolas Maduro," tuturnya dalam siaran televisi milik pemerintah pada Sabtu.

Kini, Delcy Rodriguez telah ditetapkan sebagai presiden ad interim. Namun, dalam keterangannya pada Senin (5/1), mengindikasikan sikap melunak dengan menyatakan harapan membangun hubungan saling menghormati dengan pemerintahan Trump.

"Kami mengundang pemerintah AS untuk berkolaborasi dengan kami dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama dalam kerangka hukum internasional untuk memperkuat hidup berdampingan antar-komunitas yang langgeng," kata Delcy dalam unggahan akun Instagram resminya.

Sikap itu disampaikan Delcy setelah Trump mengancamnya pada Minggu, sehari sebelumnya, dengan menyebut Delcy akan menerima perlakuan serupa Maduro jika tidak mengikuti permintaan AS.

"Jika tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat besar, mungkin lebih besar dari Maduro," kata Trump dalam wawancaranya untuk The Atlantic.

Lantas, bagaimanakah rekam jejak Delcy Rodriguez selaku politikus dan pejabat negara? Berikut ulasannya.

Siapa Sosok Wapres Venezuela Delcy Rodriguez yang Kini Jadi Presiden Interim?

Delcy Eloina Rodriguez Gomez atau Delcy Rodriguez merupakan salah satu politikus kenamaan di Venezuela. Sebelum merambah ke politik, Delcy lebih dulu meniti karier sebagai akademisi.

Ia pernah menjabat sebagai profesor di Central University of Venezuela, tempat ia mendapatkan gelar sarjana hukum pada 1993 lalu.

Namun, dinamika politik telah mendarah daging di keluarganya. Ayahnya, Jorge Antonio Rodriguez, aktivis sayap kiri dan salah satu pendiri partai Liga Sosialis (Liga Socialista) pada 1970-an.

Nama Jorge Antonio sempat jadi sorotan dalam kasus penculikan seorang manajer perusahaan kaca asal AS, Owen-Illinois Inc., bernama William Niehous pada 1976.

Jorge Antonio dianggap jadi dalang di balik penculikan tersebut dan mati dalam siksaan ketika diinterogasi oleh Badan Intelijen Venezuela (DISIP).

Delcy juga menapaki jalur sebagai aktivis seperti ayahnya itu ketika jadi mahasiswa. Ia juga pernah menjadi presiden serikat Asosiasi Pengacara Perburuhan Venezuela.

Nama Delcy kemudian kerap kali muncul dalam pemberitaan media internasional pada 2002. Kala itu, ia mengambil alih Kedutaan Besar Venezuela di London guna memprotes pemerintahan Pedro Carmona pascakudeta penggulingan Hugo Chavez pada tahun tersebut.

Kemudian, ketika Hugo Chavez berhasil mengambil lagi kekuasaan dari Pedro Carmona, Delcy lalu ditarik ke birokrasi pemerintahan.

Pada 2003, ia ditunjuk menjadi koordinator umum di Kantor Wakil Kepresidenan Venezuela. Pada tahun yang sama, Delcy juga sempat menjabat Direktur Urusan Internasional di Kementerian Energi dan Pertambangan Venezuela.

Kariernya sebagai birokrat terus menanjak. Pada 2005, ia ditunjuk jadi Wakil Menteri Urusan Eropa. Ia juga sempat menjabat sebagai Menteri Urusan Kepresidenan Venezuela untuk periode yang singkat, yakni Februari-Agustus 2006.

Namun, karier politiknya menjadi signifikan setelah wafatnya Hugo Chavez dan naiknya Nicolas Maduro sebagai presiden pada 2013.

Pada tahun pertama pemerintahan Maduro, Delcy ditunjuk jadi Menteri Komunikasi dan Informasi pada 2013-2014. Kala itu, ia tercatat sebagai kader Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV).

Pada 2014-2017, ia ditunjuk jadi Menteri Luar Negeri. Pada 2017-2018, Delcy jadi Ketua Majelis Konstituen Nasional (ANC).

Kemudian, usai memenangkan Pemilu 2018, Nicolas Maduro menunjuk Delcy sebagai wakil presiden guna menggantikan Tareck El Aissami.

Ketika menjadi wakil presiden, Delcy juga menjadi kepala Badan Intelijen Bolivarian (SEBIN), badan intelijen Venezuela yang berada di bawah komando wakil presiden.

Pada 2020, Delcy merangkap jabatan sebagai Menteri Ekonomi dan Keuangan juga Menteri Perminyakan.

Selama berkarier sebagai birokrat, Delcy dianggap sebagai tangan kanan Maduro, baik secara strategis di pemerintahan maupun ideologis.

Ketika Maduro diculik militer AS lewat serangan udara yang menewaskan puluhan jiwa termasuk masyarakat sipil, Delcy lalu bertindak sebagai presiden ad interim.

Ia sempat menunjukkan respons keras terhadap operasi militer AS tersebut, walau melunak kemudian.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS VS VENEZUELA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan