Menuju konten utama

Apakah Serangan AS ke Venezuela Berdampak ke Ekonomi Dunia?

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh militer AS pada Sabtu (3/1/2026) lalu. Ketahui dampak serangan AS ke Venezuela ini dari berbagai sisi.

Apakah Serangan AS ke Venezuela Berdampak ke Ekonomi Dunia?
Seorang wanita mengibarkan bendera Venezuela saat merayakan kemenangan di Medellín, Kolombia, pada 3 Januari 2026, setelah pasukan AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro. P (Foto oleh JAIME SALDARRIAGA / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh pasukan AS pada Sabtu (3/1/2026) lalu. Ketahui dampak serangan AS ke Venezuela ini dari berbagai sisi.

Serangan pasukan AS yang berujung pada penangkapan Presiden Maduro merupakan puncak dari tekanan berbulan-bulan oleh pemerintahan Trump. Operasi militer ini menuai kecaman dari sejumlah pemimpin internasional.

Sebelumnya, misi tersebut telah direncanakan selama beberapa bulan belakangan. Bahkan, sejak September 2025, pasukan AS telah menewaskan lebih dari 100 orang dalam setidaknya 30 serangan terhadap kapal-kapal yang terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela di Karibia dan Pasifik.

AS menuduh Presiden Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah secara politik. Ia dituntut bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS terkait penggunaan narkoba ilegal. Selain itu, ada pula dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkotika.

Lalu, apakah serangan AS ke Venezuela ini akan berdampak ke ekonomi dunia? Simak dampak serangan ini dari berbagai sisi.

Dampak Serangan AS ke Venezuela dari Berbagai Sisi

Serangan ini menjadi intervensi langsung yang kembali dilakukan sejak serangan sebelumnya, invasi Panama pada 1989 lalu. Hal ini membuat warga dunia peka terhadap dampak dari ketegangan geopolitik yang kemungkinan besar akan bersifat global.

“Peristiwa-peristiwa ini merupakan pengingat bahwa ketegangan geopolitik terus mendominasi berita utama dan mendorong pasar. Jelas bahwa pasar harus menghadapi risiko berita utama yang jauh lebih besar daripada yang biasa mereka alami di bawah pemerintahan AS sebelumnya,” kata Marchel Alexandrovich, dikutip dari Reuters (5/1/2026).

Kontrak berjangka saham AS dan ekuitas Asia naik pada awal perdagangan Asia hari Senin (5/1/2026) dan emas pun naik lebih dari 1 persen. Kenaikan harga emas ini terjadi setelah mengalami penurunan pekan sebelumnya sebagai reaksi pertama terhadap gejolak yang ada.

Kondisi ini kemungkinan besar akan berdampak pada ekonomi Indonesia. Salah satu yang paling terasa nantinya adalah kenaikan harga minyak dunia. Hal ini didukung dengan pernyataan Presiden Trump bahwa perusahaan-perusahaan minyak AS siap mengeluarkan miliaran dolar untuk memulihkan produksi minyak mentah Venezuela.

Tak hanya itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga diperkirakan akan tertekan. Mengutip Reuters, indeks Wall Street ditutup positif dan dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang utama pada Jumat (2/1/2026). Diperkirakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar akan menurun hingga 17-18 ribu per dolar.

Kemudian, sektor pertahanan dan keamanan dalam negeri juga akan turut terdampak. AS berpotensi mengulangi kebijakan serangan mendadak ke kawasan Indo-Pasifik. Khususnya terhadap negara-negara yang memiliki pandangan ekonomi dan energi berbeda dengan Washington.

Hal ini didukung dengan banyaknya pangkalan militer AS di Indo-Pasifik dan juga di Asia. Pemerintah RI hendaknya menyikapi keadaan ini dengan mengawasi perbatasan darat, laut, dan udara. Tak lain yakni agar tidak diganggu oleh berbagai aksi yang membahayakan pertahanan dan keamanan nasional.

Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait topik AS dan Venezuela dapat mengakses tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel AS vs Venezuela

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS VS VENEZUELA atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat