tirto.id - Operasi militer Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2026). Lantas, bagaimana kondisi pemerintahan Venezuela usai Maduro ditangkap Trump-AS? Simak ulasan lengkapnya.
Pasukan khusus Amerika Serikat melancarkan operasi militer dengan sandi Operation Absolute Resolve di kediaman Maduro di Caracas pada Sabtu (3/1). Dalam operasi itu, Maduro ditangkap dengan tuduhan narkoba, perdagangan kokain, dan kepemilikan senjata api.
Mengutip keterangan NBC pada 5 Januari 2025, Maduro dan Cilia Flores mengaku tak bersalah sambil bersikeras bahwa ia masih berstatus Presiden Venezuela dalam dakwaan pengadilan federal Manhattan New York. Dalam dakwaan tersebut, Maduro mengaku ditangkap dan diculik.
"Saya adalah tawanan perang," tambah Maduro dalam bahasa Spanyol, dikutip dari NBC, Senin (5/1) .
Sebelum penangkapan Maduro, ketegangan antara Washington dan Caracas semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintahan Trump menuduh Maduro menjalankan kartel narkoba dan memanipulasi hasil pemilu.
Sementara, Maduro membantah tuduhan tersebut. Ia menuding bahwa AS berupaya menguasai cadangan minyak Venezuela. Penangkapan Maduro menjadi puncak ketegangan AS dengan Venezuela.
Kondisi Pemerintahan Venezuela Usai Maduro Ditangkap Trump-AS
Di tengah ketegangan yang terjadi, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Rodriguez sebagai presiden sementara pada hari Sabtu (3/1).
Delcy Rodríguez sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden. Ia dilantik sebagai Presiden sementara Venezuela pada Senin (5/1). Penunjukan Delcy Rodríguez menjadi upaya bahwa Venezuela beroperasi bebas dari kendali AS.
Anggota parlemen Venezuela berkumpul di ibu kota Caracas untuk melanjutkan upacara pengambilan sumpah Majelis Nasional. Apabila tidak ada perubahan, Rodríguez akan menjabat sebagai presiden sementara Venezuela hingga 2031.
Sebelum dilantik, ia sempat bersikeras terhadap tindakan AS. Kini, ia menunjukkan nada diplomatis untuk bekerja sama dengan AS.
"Kami mengundang pemerintah AS untuk berkolaborasi dengan kami dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama dalam kerangka hukum internasional untuk memperkuat koeksistensi komunitas yang langgeng," kata Rodríguez dalam sebuah pernyataan, dikutip NPR News, Senin (5/1).
Menanggapi dinamika geopolitik internasional, Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat pada Senin (5/1). Menukil laporan Al Jazeera, forum tersebut dihadiri Duta Besar Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada, dan Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, dengan tema utama membahas operasi AS dan penculikan Maduro.
Mike Waltz mengungkapkan bahwa AS tidak sedang berperang dengan Venezuela. Menurutnya, penculikan Maduro sebagai tindakan yang sah karena telah mengancam keamanana nasional AS dan menindas warga Venezuela.
Sebab, Maduro dinilai sebagai kepala organisasi narkoterorisme yang menimbulkan ancaman langsung bagi AS dengan mengizinkan impor narkoba ilegal.
Saat ini, Venezuela berada dalam Status Darurat Nasional. Militer Venezuela tengah siaga guna menjaga kedaulatan, sementara polisi melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang dianggap mendukung invasi AS. Ekspor minyak Venezuela dilaporkan lumpuh akibat blokade militer dan ketidakpastian politik.
CBC menyebut Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Namun, produksi minyak mentah tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Venezuela memiliki sekitar 17 persen cadangan global atau 303 miliar barel. Angka ini di atas Arab Saudi.
Cadangan minyaknya sebagian besar terdiri dari minyak berat di wilayah Orinoco di Venezuela tengah.
Di bawah kepemimpinan Maduro, ekonomi Venezuela menyusut 71 persen antara tahun 2012 dan 2020. Inflasi mencapai lebih dari 130.000 persen. Pada satu titik, produksi minyak turun menjadi kurang dari 400.000 barel per hari.
Pemerintahan Maduro dikenai sanksi agresif oleh AS dan negara-negara lain. Pada tahun 2020, Washington mendakwa korupsi dan tuduhan lainnya.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id


































