Menuju konten utama

Delcy Rodriguez Resmi Dilantik Jadi Presiden Sementara Venezuela

Wakil Presiden, Delcy Rodriguez, dilantik sebagai Presiden Sementara Venezuela di hadapan Majelis Nasional pada Senin (5/1/2026) waktu setempat.

Delcy Rodriguez Resmi Dilantik Jadi Presiden Sementara Venezuela
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)

tirto.id - Wakil Presiden, Delcy Rodriguez, dilantik sebagai Presiden Sementara Venezuela di hadapan Majelis Nasional pada Senin (5/1/2026) waktu setempat.

Pelantikan ini dilakukan setelah Mahkamah Agung Venezuela mendesak wanita berusia 56 tahun tersebut mengisi kekosongan kursi presiden imbas penangkapan Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat pada Sabtu (3/1).

Dalam proses pengucapan sumpah jabatan di hadapan badan legislatif, Rodriguez mengecam serangan militer AS dan penangkapan Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

"Saya datang dengan rasa sakit atas penculikan dua pahlawan yang saat ini disandera: Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores," kata Rodriguez kepada majelis seperti diberitakan Al Jazeera.

"Saya bersumpah akan bekerja tanpa henti untuk menjamin perdamaian, ketenangan spiritual, ekonomi, dan sosial rakyat kita," tambahnya.

Pada kesempatan itu, 283 anggota parlemen yang terpilih pada Mei lalu juga dilantik. Upacara pengukuhan dipimpin saudara Rodriguez, Jorge Rodriguez, selaku Ketua Majelis Nasional dan putra Maduro, Nicolás Maduro Guerra, yang memegang salinan Konstitusi Venezuela.

Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, telah memberikan sinyal bahwa berencana untuk bekerja sama dengan Rodriguez. Ia juga memberi peringatan kepada Rodriguez untuk mematuhi tuntutan AS.

“Jika dia tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat besar, mungkin lebih besar daripada Maduro,” kata Trump kepada majalah The Atlantic dalam wawancara pada Minggu (4/1) pagi waktu setempat.

Maduro Tegaskan sebagai Presiden Venezuela Sah di Pengadilan AS

Proses pelantikan Rodriguez berlangsung saat Maduro menghadapi sidang dakwaan di Pengadilan Kota New York.

Ia didakwa Jaksa Federal AS dengan empat tuduhan, yakni konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokaina, kepemilikan ilegal senjata mesin dan perangkat perusak lainnya, serta konspirasi untuk memiliki senjata dan perangkat tersebut.

Maduro telah membantah tuduhan terkait dugaan penyalahgunaan kekuasaan pemerintah untuk mengekspor ribuan ton kokaina ke Amerika Utara.

Di pengadilan, Maduro juga menegaskan bahwa dirinya masih pemimpin Venezuela yang sah.

"Saya masih presiden," jelas Maduro.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS VS VENEZUELA atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yantina Debora