tirto.id - Presiden Nicolas Maduro memiliki berbagai sisi kontroversial selama memimpin negara Venezuela. Apa saja catatan khusus dari suami Cilia Flores ini?
Amerika Serikat (AS) telah menangkap Maduro dan istrinya melalui operasi militer di Caracas pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat. Keduanya langsung diterbangkan menuju New York, AS, dan tiba sore harinya.
Maduro berada dalam tahanan federal AS dan dijaga ketat. Mereka akan menghadapi tuntutan hukum.
Kejaksaan Distrik Selatan New York sudah merilis dakwaan terkait jaringan terorisme narkoba (narkoterorisme) internasional dan kepemilikan senjata ilegal. Tuntutan ini ditujukan bagi Maduro, keluarga, dan kroni-kroninya.
Pengadilan bagi mereka diperkirakan akan berlangsung Senin depan di New York. Prosesnya diprediksi menjadi salah satu kasus hukum bersejarah abad ini.
Daftar Kontroversi Presiden NicolasMaduro
Nicolas Maduro memiliki catatan kontroversial di masa lalu. Tak sedikit kepemimpinannya dianggap diktator. Hal itu mempengaruhi situasi dalam negeri Venezuela.
Berikut beberapa daftar kontroversialnya:
1. Venezuela mengalami inflasi sampai 130 ribu persen
Hiperinflasi dan krisis ekonomi terparah pernah dialami Venezuela pada tahun 2018. Saat itu inflasi mencapai 130.060 persen.Mengutip media Prancis, Le Monde, Bank Sentral Venezuela (BCV) merilis perkembangan inflasi selama tiga tahun berjalan di masa kepemimpinan Maduro. Inflasi pada 2016 sebesar 274,4 persen, tahun 2017 sebesar 862,6, lalu tahun 2018 meningkat tajam sampai 130.060 persen.
Akibat inflasi ini terjadi krisis ekonomi parah. Lebih dari 3 juta warga Venezuela memutuskan melakukan emigrasi sejak 2015.
Keadaan semakin tidak terkendali ketika terjadi perebutan kekuasaan antara Maduro dengan pemimpin oposisi Juan Guaido. AS cenderung mendukung Guaido ketimbang Maduro.
Tak hanya itu, Venezuela juga mendapatkan sanksi ekonomi dari AS yang berdampak pada perusahaan minyak nasional Petroleos de Venezuela (PDVSA). Ekspor minyak pun turun padahal dari penjualannya menyumbang 96 persen pendapatan untuk Venezuela.
2. Pemerintahan Maduro dituduh melakukan sikap represi sistematis untuk oposisi
Pemerintahan Maduro dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dengan melakukan aksi represi sistematis kepada lawan politiknya.Tekanan untuk kaum oposisi bahkan dilakukan dengan penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang, dan mengeksekusi di luar hukum. Prosesnya didukung pasukan khusus seperti FAES (sekarang DAET).
Laporan Human Right Watch pada tahun 2023 menyebutkan, lebih dari 270 orang menjadi tahanan politik dan dijebloskan ke penjara. Sekitar 19 juta orang lainnya tidak diperkenankan mengakses layanan kesehatan dan gizi yang memadai.
Tak hanya itu, lebih dari 7,7 juta warga Venezuela akhirnya memutuskan melakukan migrasi. Hal ini telah memicu krisis migrasi terbesar di dunia.
Pada 27 Juni 2023, hakim Pengadilan Kriminal Internasional (ICG) mengizinkan kembali penyelidikan dugaan kejahatan kemanusiaan di Venezuela. Pada September 2023, Misi Pencarian Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan adanya pelanggaran HAM serius dengan pola perilaku sama dengan yang pernah terjadi sebelumnya dan termasuk sebagai kejahatan kemanusiaan.
Beberapa pelanggaran HAM tersebut seperti melecehkan, menganiaya, dan memenjarakan pekerja serikat buruh. Korbannya ada pula dari kalangan jurnalis dan pembela hak asasi manusia sehingga membatasi ruang sipil.
3. Kecurangan dalam pemilu Venezuela 2018 dan 2024
Nicolas Maduro dituduh pula melakukan kecurangan dalam pemilu Venezuela tahun 2018 dan 2024 yang memenangkannya sebagai presiden. Pemilu 2018 dinilai penuh intimidasi.Pada pemilu 2024, penghitungan suara menunjukkan pemenangnya adalah Edmundo Gonzalez dari pihak oposisi. Namun, Maduro tetap menyatakan diri sebagai pemenang tanpa merilis data perhitungan suara secara transparan.
Mengutip The Guardian, analisis yang dilakukan pihak oposisi, akademisi, dan organisasi media saat itu menunjukkan Maduro kalah telah. Gonzalez unggul dan sejumlah negara mengakui kemenangannya.
Hanya saja, Maduro mengklaim dirinya sebagai pemenang pemilu. Pihak Maduro tidak pernah memberikan bukti kemenangan itu sekali pun negara-negara seperti Brasil, Kolombia, dan Meksiko menuntutnya.
Alhasil kembali berkuasanya Maduro tahun 2024 digambarkan sebagai kecurangan pemilu terbesar dalam sejarah Amerika Latin. Sejak awal proses pemilu telah diwarnai berbagai penyimpangan.
4. Maduro didakwa terlibat terorisme narkoba oleh AS
Kontroversi terbaru dari Presiden Maduro adalah terlibat dalam terorisme narkoba. Hal ini dikaitkan tuduhan Presiden AS Donald Trump bahwa banyak narkoba dari Venezuela yang masuk ke negaranya. Maduro disebut sebagai pengedarnya.Tuduhan ini berakhir dengan penyerangan Caracas dan penangkapan Maduro beserta istrinya pada Sabtu (3/1/2026). Maduro, keluarga, dan kroninya menghadapi tuntutan hukum di New York, AS, terkait keterlibatan pada jaringan terorisme narkoba dan kepemilikan senjata.
Simak berbagai informasi mengenai konflik AS vs Venezuela dalam tautan berikut:
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





























