Menuju konten utama

11 Oleh-Oleh Haji yang Unik, Menarik, Ekonomis dan Mengesankan

Bagi yang kebingungan mencari oleh-oleh haji yang unik, menarik, namun tetap ekonomis, bisa mencermati artikel berikut ini agar mendapatkan inspirasi.

11 Oleh-Oleh Haji yang Unik, Menarik, Ekonomis dan Mengesankan
Jamaah calon haji Indonesia berbelanja di pasar kaget di dekat kawasan hotel tempat tinggal mereka di Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (27/5/2025)ANTARA FOTO/Andika Wahyu/YU

tirto.id - Umat Muslim di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia, kini sedang melaksanakan ibadah haji. Namun di samping aktivitas ibadah itu, para peserta haji juga menyempatkan waktunya berburu oleh-oleh haji yang unik.

Tidak sedikit peserta haji yang meluangkan waktunya untuk membeli dan memikirkan oleh-oleh haji dari Arab yang nantinya akan dibawa pulang ke tanah air. Namun, sebagian orang tentu merasa bingung harus membawa oleh-oleh haji yang unik macam apa.

Padahal, selain yang mainstream seperti air zam-zam atau alat ibadah, ada ide oleh-oleh haji lainnya yang bisa menjadi alternatif. Melalui artikel ini, Anda bisa menyimak 11 rekomendasi oleh-oleh haji yang unik.

Pasar kaget di kompleks hotel jamaah calon haji Indonesia

Jamaah calon haji Indonesia berbelanja di pasar kaget di dekat kawasan hotel tempat tinggal mereka di Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (27/5/2025). Pasar tersebut menjual berbagai produk seperti pakaian, makanan, dan pernak-pernik haji yang bisa menjadi suvenir jamaah calon haji, yang dijual mulai dengan harga satu riyal hingga ratusan riyal per buah. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/YU

Oleh-Oleh Haji yang Unik dan Ekonomis

Seperti diketahui, rekomendasi oleh-oleh haji dan umroh memang sering kali dicari oleh peserta haji maupun keluarganya di rumah. Untuk itu, inilah 11 ide oleh-oleh haji yang unik dan ekonomis yang bisa jadi pilihan.

1. Parfum Arab

Rekomendasi oleh-oleh haji yang pertama tentu saja parfum Arab. Sebab jika membelinya langsung di Arab, ada banyak pilihan parfum dengan wangi khas yang sangat harum.

Keunggulannya, para peserta haji pun dapat menemukan banyak toko parfum murah di sini untuk selanjutnya diboyong ke Indonesia.

2. Kacang Arab

Kacang oleh-oleh haji sangat digemari karena merupakan salah satu yang paling mudah ditemukan ketika haji. Kacang Arab ini bentuknya lebih kecil dan rasanya lebih gurih.

Tekstur dari kacang Arab ini pun sangat renyah dan mudah lumer di mulut, menjadikannya sangat cocok sebagai oleh-oleh haji.

3. Kacang Pistachio

Masih dari jenis kacang oleh-oleh haji. Kali ini, namanya adalah kacang pistachio. Jika kacang Arab dirasa sudah terlalu umum, maka Anda bisa memilih kacang pistachio sebagai oleh-oleh haji yang unik.

Kacang ini berwarna hijau dengan kulit warna krem. Rasanya juga khas, bisa langsung dimakan langsung atau direbus terlebih dulu.

4. Dompet Unta

Oleh-oleh haji yang unik berikutnya ialah dompet unta. Dari namanya saja, sudah bisa disimpulkan bahwa jenis oleh-oleh ini terbuat dari kulit unta yang khas dengan pilihan warna yang menarik.

Mengingat ibadah haji dilaksanakan di tanah Arab, para peserta haji bisa mendapatkan oleh-oleh dompet unta ini secara mudah.

5. Celak Arab

Celak Arab merupakan salah satu kosmetik wanita yang digunakan di bawah mata. Tidak hanya digunakan untuk mempercantik diri, celak Arab juga dipercaya bisa menangkal berbagai penyakit mata.

Dari manfaatnya itu, celak Arab sangat cocok dibelikan sebagai oleh-oleh haji yang unik untuk orang-orang tercinta di rumah.

Pasar kaget di kompleks hotel jamaah calon haji Indonesia

Jamaah calon haji Indonesia berbelanja di pasar kaget di dekat kawasan hotel tempat tinggal mereka di Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (27/5/2025).ANTARA FOTO/Andika Wahyu/YU

6. Abaya

Ide oleh-oleh haji selanjutnya yang bisa dipertimbangkan ialah abaya. Abaya sendiri merupakan pakaian khas wanita Arab yang menutup seluruh tubuh.

Mengingat abaya termasuk bagian dari kebudayaan dan tren, harga abaya asli Arab tidaklah murah. Oleh sebab itu, abaya bisa dihadiahkan kepada orang-orang spesial saja.

7. Henna

Masih seputar kaum wanita, henna bisa menjadi rekomendasi oleh-oleh haji dari Arab. Anda bisa menemukan henna dengan beragam warna di Arab.

Henna dari Arab memiliki keunggulan tersendiri seperti lebih tahan lama, memiliki warna yang indah, dan meresap ke dalam kulit sehingga tidak membatalkan wudhu.

8. Buhur

Berikutnya, Anda juga bisa menjadikan buhur Arab sebagai oleh-oleh haji dari Arab. Buhur merupakan wewangian khas Timur Tengah yang wanginya sangat khas dan bisa digunakan sebagai pewangi ruangan.

9. Madu Kashmir

Madu kashmir merupakan salah satu madu populer di Arab dan menjadi oleh-oleh haji yang unik. Berasal dari pegunungan Himalaya, penduduk asli sering menjadikan madu kashmir sebagai pelengkap bahan makanan atau minuman.

Bila sedang mencari oleh-oleh haji yang tidak ada di Indonesia, madu kashmir bisa menjadi opsi.

10. Maamoul

Maamoul bisa dikategorikan sebagai oleh-oleh haji yang unik dan kekinian dari Arab. Maamoul merupakan kue khas Arab yang terbuat dari campuran tepung terigu dan semolina yang hanya ada di Arab.

Di dalam adonannya juga terdapat kacang pistachio dan kenari yang membuat rasanya sangat lezat.

11. Siwak

Para peserta haji juga bisa membelikan siwak sebagai oleh-oleh haji untuk para kerabat di tanah air. Kayu siwak di Arab sangat mudah ditemukan dan bisa digunakan untuk membersihkan mulut dari sisa makanan.

Terlebih lagi, menggunakan siwak sama dengan mengikuti salah satu sunnah Nabi Muhammad.

Suasana Masjidil Haram jelang puncak musim haji

Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (30/5/2025). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/nym.

Berbagai rekomendasi oleh-oleh haji yang unik dan menarik di atas bisa jadi alternatif buah tangan untuk keluarga dan kerabat di Tanah Air dari Tanah Suci. Berbagai buah tangan tersebut adalah oleh-oleh khas dari Arab, yang bisa jadi kenangan tak terlupakan, bentuk tanda cinta, untuk keluarga dan kerabat.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Muhammad Faisal Akbar

tirto.id - Edusains
Kontributor: Muhammad Faisal Akbar
Penulis: Muhammad Faisal Akbar
Editor: Lucia Dianawuri