Menuju konten utama

OJK: 35 Emiten Buyback Saham Tanpa RUPS dengan Nilai Rp3,38 T

Nilai realisasi buyback tersebut setara dengan 14,98 persen dari target sebesar Rp22,54 triliun.

OJK: 35 Emiten Buyback Saham Tanpa RUPS dengan Nilai Rp3,38 T
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menyampaikan sambutan saat penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI)tahun 2023 di Jakarta, Jumat (29/12/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap hingga Juni 2025, sebanyak 35 emiten telah melaksanakan buyback atau pembelian kembali saham tanpa rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan nilai realisasi sebesar Rp3,38 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengatakan nilai realisasi buyback tersebut setara dengan 14,98 persen dari target sebesar Rp22,54 triliun.

Dalam penjelasannya disebutkan bahwa sejak 20 Maret hingga 30 Juni 2025 terdapat 43 emiten yang berencana untuk melakukan buyback tanpa RUPS dengan perkiraan alokasi dana buyback sebesar Rp22,54 triliun. Namun, hingga Juni baru 35 emiten yang merealisasikan.

“Dari 43 emiten tersebut terdapat 35 emiten yang telah melakukan pelaksanaan buyback dengan nilai realisasi sebesar Rp3,38 triliun atau sebesar 14,98 persen,” katanya dalam Konferensi Pers RDK Bulanan OJK, Selasa (8/7/2025).

Kebijakan terkait dengan buyback saham tanpa RUPS ini menjadi salah satu langkah OJK untuk mengantisipasi dampak pasar keuangan imbas dinamika ekonomi politik global. Langkah ini diatur dalam Peraturan OJK (POJK) 13/2023.

Sesuai POJK tersebut, perusahaan terbuka dapat melakukan buyback tanpa RUPS dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Penetapan kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan berlaku enam bulan sejak 18 Maret 2025.

Sebelumnya, sejumlah perusahaan tertarik untuk mengikuti buyback ini. Emiten seperti BREN, BUKA, hingga TLKM.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyetujui pembelian kembali alias buyback saham dengan nilai Rp3 triliun. Anggaran tersebut disiapkan untuk memborong kembali saham maksimal 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

“Jadi, memang rencana kita untuk buyback itu adalah salah satu cara untuk kita menaikkan harga saham yang selama ini undervalue,” ujar Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir beberapa waktu lalu.

Baca juga artikel terkait OJK atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra