Menuju konten utama

Luhut Minta Investor Tidak Panik Imbas Pasar Modal Bergejolak

Luhut menilai peringatan dari MSCI ini merupakan momentum percepatan reformasi struktural untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang lebih sehat

Luhut Minta Investor Tidak Panik Imbas Pasar Modal Bergejolak
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada Selasa (9/9/2025). tirto.id/Rahma

tirto.id - Pasar modal Indonesia tengah mengalami goncangan karena vonis Morgan Stanley Capital International (MSCI) beberapa hari belakangan.

Namun, menurut Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, peringatan dari MSCI ini merupakan momentum percepatan reformasi struktural untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang lebih sehat, transparan, adil, dan semakin kompetitif.

Terlebih, volatilitas di pasar saham ini dinilai hanya akan berlangsung dalam jangka waktu singkat. Karenanya, Luhut meminta para investor, baik yang ada di dalam negeri maupun investor global tidak perlu panik.

"Kita tidak perlu panik. Peringatan MSCI adalah cerminan yang jujur atas area yang perlu diperbaiki. Ini momentum untuk membangun pasar modal yang kredibel, yang dipercaya investor karena sistemnya kuat, bukan karena spekulasi,” jelas Luhut dalam keterangan resmi, dikutip Senin (2/2/2026).

Dia pun percaya pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan otoritas terkait akan memperketat pengawasan perdagangan, termasuk pemantauan transaksi tidak wajar, penegakan aturan terhadap praktik manipulasi, serta penguatan komunikasi pasar yang lebih cepat dan jelas.

Dengan ini, Luhut berharap perlindungan investor dan stabilitas pasar benar-benar akan menjadi prioritas utama.

Sementara itu, setelah melalui berbagai diskusi dan mencermati masukan dari berbagai pihak, DEN memutuskan untuk mendukung langkah-langkah perbaikan yang telah diumumkan oleh Pemerintah, OJK, dan BEI.

Melalui langkah perbaikan ini, Luhut menilai peran investor institusi domestik akan semakin besar.

“Dengan memperbesar peran investor institusi domestik, kita membangun bantalan likuiditas agar pasar tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi arus modal asing,” jelas Luhut.

Pun, menurutnya reformasi pasar modal merupakan bagian dari orkestrasi reformasi ekonomi yang lebih luas. Apalagi, komitmen pemerintah jelas, yaitu membangun pasar modal Indonesia yang modern, kredibel, transparan, dan fair demi kepentingan masyarakat luas.

“Mari kita bergerak serempak. Dari pasar modal, sektor riil, kebijakan industri, hingga reformasi kelembagaan seperti konsolidasi BUMN melalui Danantara dan berbagai deregulasi. Semuanya diarahkan pada satu tujuan: memperkuat daya saing ekonomi nasional sesuai visi Presiden,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait PASAR MODAL atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto