tirto.id - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir mengatakan lembaganya akan meramaikan pasar modal RI di tengah kekhawatiran outflow dana asing usai MSCI mengumumkan kebijakan interim freeze rebalancing indeks saham Indonesia.
Langkah yang ditempuh melalui Danantara Investment Management ini dilakukan guna mempertebal likuiditas di pasar modal mulai perdagangan Senin (2/2/2026).
“Minggu depan pun, Senin, Selasa, Rabu, Kamis kami akan berinvestasi masuk ke pasar modal. Karena menurut kami, there is good value di ekonomi Indonesia berjalan dengan baik,” kata Pandu dalam acara Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Minggu (1/2/2026).
Pandu menjelaskan, setelah mulai masuk ke pasar modal sejak akhir Desember lalu, Danantara telah menetapkan target saham yang akan dikoleksi untuk perdagangan esok hari. Dengan strategi tersebut, dalam setidaknya enam bulan ke depan, pendanaan Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) Indonesia itu akan ditempatkan di pasar modal.
“Jadi mungkin untuk tahun ini bisa dibilang dari pendanaan dan antara setengah akan masuk ke public market. Di mana sebagian besar tentu akan di Indonesia. Karena kami bisa investasi di luar juga, Pak, Bu, tapi kita akan melihat Indonesia, keberpihakan kepada Indonesia,” lanjut Pandu.
Meski demikian, ia juga menitipkan pesan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta self-regulatory organization (SRO) seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) agar terus memperkuat fundamental pasar modal. Menurutnya, hal ini penting karena Danantara harus mempertanggungjawabkan setiap keputusan investasi yang dilakukan.
“Tapi saya ulangi lagi, kita akan melalui manager investasi yang ada,” tutur dia.
Selain itu, Danantara juga telah mendapatkan arahan untuk hanya masuk ke saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi, fundamental kuat, serta valuasi yang baik.
“Di sini kami di Danantara Investment Management, kebetulan tugas kami salah satunya adalah melakukan investasi baik direct, indirect, baik di publik, termasuk di private market. Salah satu juga yang kami sudah bicarakan dari awal, baik dengan OJK dan Bursa, bahwa kita akan menjadi active participant di pasar modal Indonesia, baik di bond market dan di public equity market,” tegas Pandu.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































