Menuju konten utama

Kementerian UMKM Siapkan Strategi Tangkal Distorsi Produk Impor

Pasar lokal terdistorsi produk luar yang harganya lebih murah dan masif secara jumlah.

Kementerian UMKM Siapkan Strategi Tangkal Distorsi Produk Impor
Pedagang menjual pakaian melalui siaran langsung lokapasar di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat, 31/1/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc.

tirto.id - Deputi Bidang Usaha Kecil di Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Temmy Setya Permana, mengatakan pihaknya akan melakukan langkah strategis agar pasar lokal tak terdistorsi oleh produk impor.

“Ini kita harus lakukan langkah-langkah strategis agar pasar lokal tidak semakin terdistorsi oleh produk-produk impor,” kata Temmy saat ditemui awak media di Pendopo Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (19/12/2025).

 Temmy Setya Permana

Deputi Bidang Usaha Kecil, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Temmy Setya Permana saat diwawancarai awak media di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat, (19/12/2025). tirto.id/ Abdul Haris

Temmy bilang, pasar lokal saat ini terdistorsi produk luar yang harganya lebih murah dan masif secara jumlah. Kata Dia, Menteri UMKM sebelumnya telah menjelaskan ada dua preferensi masyarakat dalam berbelanja terutama di online.

“Jadi Pak Maman sudah sampaikan di beberapa waktu lalu bahwa preferensi masyarakat kita dalam berbelanja, terutama di online ya, itu hanya-hanya ada dua. Kualitas dan harga, asal barang tidak menjadi preferensi. Jadi ini kita harus coba untuk perbaiki,” lanjut Temmy.

“Permendag 31 ada kewajiban platform mencantumkan, mewajibkan seller mencantumkan asal barangnya itu. Saat ini mungkin belum diterapkan secara maksimal regulasi itu. Kita akan coba untuk ingatkan kembali agar para seller boleh mencantumkan nih,” sambungnya.

Menurutnya, hal itu diharapkan agar masyarakat punya kesadaran untuk memilih asal barang tersebut. Di sisi lain, pihaknya juga akan mengkaji aturan untuk membatasi kenaikan biaya admin e-commerce.

"Kita sedang mengkaji nih, angkanya sih kita sudah tau ya bakal naik berapa," beber Temmy.

Upaya mendorong ekonomi kreatif melalui Festival Mbois

Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menata produknya dalam Festival Mbois X di Malang Creative Center, Jawa Timur, Kamis (6/11/2025). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz

Kata dia, hal itu dilakukan untuk memastikan apakah aturan tersebut memberatkan UMKM atau tidak. "Kita akan lakukan survey dulu ke teman-teman seller ya," sambungnya.

Temmy mengungkapkan bahwa ia telah ditugaskan oleh Menteri UMKM untuk menyusun peraturan menteri (permen).

Sebab, aturan ini memang belum diatur di Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) maupun Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Menurutnya, pembatasan aturan tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai opsi, salah satunya pembatasan tarif. Namun, Temmy menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat mengemukakan opsi lainnya secara detail.

Baca juga artikel terkait DIGITALISASI UMKM atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Insider
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah