tirto.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menerbitkan surat utang negara (SUN) pertama dalam mata uang dolar Australia (AUD), Kangaroo Bond. Melalui program Australian Medium-Term Notes (AMTN) atau obligasi jangka menengah, pemerintah menerbitkan surat utang dengan nilai total mencapai 800 juta dolar Australia atau sekitar Rp8,5 triliun (asumsi kurs Rp10.630 per dolar Australia).
Jika dirinci, Kangaroo Bond senilai 500 juta dolar Australia diterbitkan dengan tenor 5 tahun dan imbal hasil (yield) sebesar 4,427 persen. Sedangkan, senilai 300 juta dolar Australia lainnya diterbitkan dengan tenor 10 tahun dan imbal hasil sebesar 5,380 persen.
“Pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya telah berhasil melakukan penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang asing Australian Dollar (AUD) (Kangaroo Bond). Transaksi perdana ini dilakukan melalui program Australian Medium-Term Notes (AMTN),” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (9/8/2025).
Kendati baru diterbitkan pada Kamis (7/8/2025), Kangaroo Bond sudah menarik minat banyak investor global, termasuk investor Australia. Tingginya minat investor tersebut terlihat dari total order book atau pemesanan Kangaroo Bond yang mencapai 8 miliar dolar Australia.
“Tingginya permintaan tersebut memungkinkan Pemerintah untuk menetapkan tingkat imbal hasil (yield) akhir yang lebih kompetitif dibandingkan level penawaran awal (Initial Price Guidance), dengan penurunan sebesar 25 basis poin (bps) untuk tenor 5 tahun dan 30 bps untuk tenor 10 tahun,” tambah Deni.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan, penerbitan SUN dalam denominasi dolar Australia ini penting bagi Indonesia untuk memperkuat potensi masuknya investasi dari investor Australia di masa mendatang.
Dengan begitu, diversifikasi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga akan semakin luas, apalagi hasil penerbitan Kangaroo Bond secara umum akan digunakan untuk pembiayaan APBN Tahun 2025.
“sekaligus menjadi milestone peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Australia. Tingginya minat investor global termasuk investor domestik Australia ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia,” tutur Sri Mulyani.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






































