tirto.id - Menjelang akhir Mei, masyarakat di Arab Saudi dan negara-negara kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, mulai bersiap menyambut salah satu hari raya dalam Islam, yakni Idul Adha 2025.
Idul Adha adalah salah satu hari raya besar dalam agama Islam yang dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah, bulan terakhir dalam kalender Hijriah. Hari raya ini juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban karena identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti kambing, sapi, hingga unta.
Idul Adha memperingati kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah SWT. kasih sayang dan penghargaan atas keimanan Nabi Ibrahim, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba.
Peristiwa tersebut menjadi simbol ketaatan, pengorbanan, dan keikhlasan yang terus dikenang dan dijalankan umat Islam hingga kini.
Kapan Idul Adha 2025 di Arab Saudi?
Idul Adha 2025 di Arab Saudi diperkirakan akan jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, berdasarkan perhitungan astronomi yang dikemukakan oleh Ibrahim Al-Jarwan, Ketua Masyarakat Astronomi Emirates.
Melansir Al Arabiya English, Al-Jarwan menyampaikan bahwa hilal 1 Dzulhijjah 1446 diperkirakan akan terlihat pada Selasa, 27 Mei 2025. Jika penampakan bulan dikonfirmasi, maka Rabu, 28 Mei akan menjadi hari pertama bulan Dzulhijjah 1446 H.
Berdasarkan perhitungan tersebut, maka Hari Arafah—yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji di Padang Arafah—akan jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025, dan disusul oleh Hari Raya Idul Adha pada keesokan harinya, Jumat, 6 Juni.
Untuk menyambut hari besar ini, pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah menetapkan libur nasional selama empat hari bagi sektor publik dan swasta, yakni dari Kamis, 5 Juni (Hari Arafah) hingga Minggu, 8 Juni 2025 (hari ketiga Idul Adha). Kemungkinan, hari Idul Adha di UEA dan Arab Saudi tak jauh berbeda.
Momen Perayaan Idul Adha di Arab Saudi
Perayaan Idul Adha di Arab Saudi merupakan momen yang sangat istimewa karena bertepatan dengan puncak ibadah haji, salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu. Setiap tahunnya, jutaan jamaah haji dari seluruh dunia berkumpul di Makkah untuk menunaikan serangkaian ritual suci, yang berpuncak pada Hari Arafah dan dilanjutkan dengan Idul Adha.
Pada 9 Dzulhijjah, para jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah, yang merupakan puncak dari rangkaian ibadah haji. Keesokan harinya, 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, jamaah melaksanakan ritual penyembelihan hewan kurban sebagai simbol ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT.
Selain itu, jamaah juga melakukan ritual "melontar jumrah" di Mina, yaitu melempar batu ke tiga pilar yang melambangkan penolakan terhadap godaan setan.
Di luar pelaksanaan ibadah haji, masyarakat Arab Saudi juga merayakan Idul Adha dengan penuh khidmat. Setelah melaksanakan salat Idul Adha di pagi hari, umat Muslim menyembelih hewan kurban seperti kambing, sapi, atau unta. Daging kurban tersebut kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan terutama kepada mereka yang membutuhkan.
Selain aspek religius, Idul Adha di Arab Saudi juga diwarnai dengan tradisi budaya seperti pertunjukan tarian "Ardah", yaitu tarian pedang tradisional yang dilakukan oleh sekelompok pria dengan iringan musik dan syair pujian. Tarian ini mencerminkan semangat persatuan dan kebanggaan budaya Arab Saudi.
Penulis: Febriyani Suryaningrum
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































