tirto.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tim inspektur ketenagalistrikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh atau root cause analysis menyusul pemadaman listrik yang terjadi dua kali di Jakarta dalam kurun waktu berdekatan.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengakui bahwa kejadian ini memicu kekhawatiran publik mengingat Jakarta adalah pusat aktivitas ekonomi nasional.
"Kami memahami kekhawatiran publik. Karenanya pemerintah melalui Kementerian ESDM langsung menurunkan inspektur ketenagalistrikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh," ujar Anggia kepada Tirto, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Anggia, secara umum seluruh gardu induk dan Interbus Transformer (IBT) atau trafo interbus saat ini dalam kondisi aman dan siap dioperasikan. Ia juga memastikan energi primer dalam kondisi cukup.
"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengaku turut merasakan dampak pemadaman listrik yang terjadi dua kali dalam bulan ini. Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan PLN.
"Saya juga terkena dampak. Tim dari direktorat jenderal ketenagalistrikan sudah saya koordinasikan untuk melakukan koordinasi dengan PLN, mencari tahu penyebabnya, dan menyelesaikannya, termasuk kemungkinan pergantian perangkat di beberapa gardu induk," jelas Yuliot.
Adapun, wilayah DKI Jakarta mengalami dua kali pemadaman listrik dalam satu bulan terakhir, yakni pada 9 dan 23 April 2026. Untuk pemadaman terakhir penyebabnya lantaran 13 gardu induk mengalami gangguan pasokan listrik.
“Gangguan yang terjadi di sebagian wilayah Jakarta pada pukul 10.25 WIB diakibatkan adanya kendala teknis pada sistem kelistrikan. Hingga saat ini, para personel tengah melakukan penelusuran sumber penyebab gangguan,” ujar Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN, Gregorius Adi Trianto.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





































