Menuju konten utama

Isi Tuntutan Demo Pati 13 Agustus Hari Ini & Apa Sebabnya?

Simak isi tuntutan demo Pati hari ini tanggal 13 Agustus 2025 dan penyebab aksi unjuk rasa warga. Aksi demo diperkirakan diikuti puluhan ribu massa.

Isi Tuntutan Demo Pati 13 Agustus Hari Ini & Apa Sebabnya?
Warga menyortir buah pisang dari petani untuk posko penggalangan donasi logistik unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (12/8/2025). ANTARA FOTO/Aji Styawan/rwa.

tirto.id - Warga Pati akan menggelar demo besar hari ini, Rabu, 13 Agustus 2025 di Alun Alun Pati. Apa yang menjadi tuntutan dari demo tersebut dan mengapa warga memilih untuk turun ke jalan dalam menyampaikan aspirasi mereka?

Bupati Sudewo telah meminta maaf dan membatalkan kenaikan PBB-P2 beberapa waktu yang lalu. Demo yang awalnya menuntut Bupati membatalkan kenaikan PBB-P2 batal dan masyarakat pun mengganti tuntutan.

Kronologi Kisruh Pati hingga Gelar Demo Besar Hari Ini 13 Agustus

Bupati Sudewo mengeluarkan kebijakan menaikkan pajak PBB-P2 hingga 250 persen. Keputusan ini dibuat setelah Bupati Sudewo menggelar pertemuan dengan para camat dan anggota Paguyuban Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati) di Pendopo Kabupaten Pati pada Minggu (18/5/2025).

Dalam pertemuan itu, Sudewo mengetahui jika PBB-P2 di Pati belum pernah naik selama 14 tahun ini. Karena itu, Sudewo dan para camat dan anggota paguyuban yang hadir menyetujui rencana untuk menaikkan PBB-P2 hingga 250 persen.

Keputusan yang diambil oleh Bupati Sudewo memicu kemarahan warga. Mereka menolak kebijakan tersebut karena dianggap semakin memberatkan kehidupan masyarakat. Sebagai bentuk protes, sejumlah warga menginisiasi aksi demonstrasi yang digelar pada hari ini, 13 Agustus 2025.

Alih-alih menenangkan situasi, Bupati Sudewo justru menyulut emosi warga dengan pernyataan mempersilakan masyarakat untuk melanjutkan rencana aksi turun ke jalan.

Setelah mendapat masukan dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Bupati Sudewo pun akhirnya membatalkan kenaikan PBB-P2 dan meminta maaf atas sikapnya yang terkesan arogan.

"Sama sekali tidak bermaksud melakukan perampasan. Hanya ingin memindahkan supaya tidak mengganggu Kirab Boyongan Hari Jadi Kabupaten Pati dan tidak mengganggu acara-acara 17 Agustus," ucap Sudewo dalam unggahan Instagram resmi Pemerintah Kabupaten Pati @pemkabpati_ pada Kamis (7/8/2025).

"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan saya, 5.000 silakan, 50 ribu massa silakan, saya tidak menantang rakyat, sama sekali tidak ada maksud untuk menantang rakyat, moso rakyatku tak tantang (masa rakyatku ku tantang)," lanjut Sadewo.

Isi Tuntutan Demo Pati Hari Ini 13 Agustus 2025

Demo hari ini, 13 Agustus 2025 di Pati diperkirakan akan diikuti oleh puluhan ribu warga. Dari data sementara, disebutkan ada 25 ribu orang yang sudah mengkonfirmasi akan berpartisipasi dalam aksi damai ini.

Sekitar 2.684 personel gabungan dari 14 polres di wilayah jajaran, unsur TNI, dan sejumlah instansi terkait dikerahkan untuk menjaga keamanan selama berlangsungnya aksi unjuk rasa.

Setelah Bupati Sudewo membatalkan keputusannya untuk menaikkan PBB-P2 yang awalnya akan naik hingga 250 persen, warga memutuskan akan tetap menggelar demo. Tuntutannya bukan lagi membatalkan kenaikan PBB-P2, namun ada lima hal yang utama, yaitu:

  1. Menuntut Sudewo turun dari jabatan bupati.
  2. Menolak lima hari sekolah.
  3. Menolak renovasi alun-alun Pati dengan anggaran Rp2 miliar.
  4. Menolak pembongkaran total Masjid Alun-alun Pati yang bersejarah.
  5. Menyoal proyek videotron yang memakan biaya hingga Rp1,39 miliar.

Baca juga artikel terkait PERISTIWA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra