Menuju konten utama

Info Demo Jakarta Hari Ini 27 Juli 2026 dan Titik Aksi

Ada dua titik lokasi demo di Jakarta hari ini, 27 Juli 2026. Waspadai kepadatan lalu lintas dan pengendara bisa mencari jalur alternatif.

Info Demo Jakarta Hari Ini 27 Juli 2026 dan Titik Aksi
Suasana Aksi “Sayembara Mencari Febrie” oleh Jaringan Intelektual Hukum Nasional (JIHN) di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026). tirto.id/ Hanang Septioyudho
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dua demonstrasi dijadwalkan berlangsung pada Senin (27/6/2026) hari ini di Jakarta. Kepolisian mengerahkan 865 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan polsek jajaran untuk mengamankan jalannya aksi. Personel juga didukung oleh tim Pelayanan Unjuk Rasa (Yan Unras) Jakarta Pusat.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri menyebut aksi pertama akan digelar oleh Forum Komunikasi Warga Kwini 8 Bersatu bersama sejumlah elemen masyarakat.

Demonstrasi tersebut dijadwalkan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat. Massa akan menyampaikan aspirasi terkait penolakan terhadap rencana penggusuran di kawasan Kwini.

Aksi kedua akan dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ibnu Chaldun Jakarta di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Demonstrasi ini dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

Selama demonstrasi berlangsung, polisi akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan dan jumlah massa yang hadir.

Masyarakat yang akan beraktivitas di sekitar Patung Kuda, kawasan Gambir, dan Jalan Kebon Sirih diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dengan memilih jalur alternatif serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Kawasan Gambir, Kompleks DPR/MPR RI di Senayan, dan Kantor Kejaksaan Agung RI di Kebayoran Baru juga tetap menjadi lokasi yang kerap digunakan sebagai titik aksi demonstrasi di Jakarta sehingga pengguna jalan disarankan memantau perkembangan lalu lintas sebelum melakukan perjalanan.

Demo Jakarta Sepekan Lalu

Kondisi awal pekan ini berbeda dengan situasi pada pekan sebelumnya, ketika aksi demonstrasi berlangsung hampir setiap hari di berbagai titik di Jakarta.

Sejak Senin, 20 Juli 2026, berbagai elemen mahasiswa, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, hingga kelompok sipil secara bergantian menggelar unjuk rasa dengan beragam isu, mulai dari persoalan ekonomi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dugaan korupsi yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, hingga tuntutan terkait hak-hak tenaga kesehatan.

Hampir setiap hari kepolisian mengerahkan ratusan hingga lebih dari seribu personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi.

Pada 20 Juli, sedikitnya 706 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi di beberapa lokasi, seperti Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kejaksaan Agung, dan kawasan Gambir.

Aksi tersebut diikuti oleh Jaringan Aktivis Muda Indonesia (JAMI), BEM PTMA Zona III, serta DEMA PTKIN dengan tuntutan yang berfokus pada pemberantasan korupsi, pengawasan kebijakan pemerintah, perlindungan hak masyarakat, dan penghentian proyek yang dinilai merusak lingkungan.

Berlanjut pada 21 Juli, sebanyak 1.095 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan demonstrasi yang digelar Forum Komunikasi Warga KWINI 8 Bersatu dan sejumlah elemen massa di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Pusat sebelum berlanjut ke kawasan Gambir.

Pada hari yang sama, ratusan tenaga kesehatan yang tergabung dalam Asosiasi Pekerja Kesehatan Seluruh Indonesia (APKSI) bersama PPPK Paruh Waktu juga menggelar aksi di Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menuntut kepastian hak kepegawaian, pembayaran gaji ke-13, serta kejelasan status kepegawaian menjadi PPPK penuh waktu.

Pada 22 Juli, demonstrasi kembali berlangsung di depan Gedung Kejaksaan Agung yang diikuti BEM Persatuan Indonesia dan Jaringan Intelektual Hukum Nasional (JIHN).

Massa menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi yang menyeret Febrie Adriansyah, mendesak pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset, serta meminta penegakan hukum dilakukan secara independen.

Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan setelah sebagian massa melakukan blokade jalan dan membakar ban bekas sehingga terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian.

Rangkaian aksi berlanjut pada 23 Juli, ketika kepolisian kembali mengerahkan 900 personel gabungan untuk mengamankan demonstrasi Cipayung Plus Jakarta Selatan di kawasan Gambir serta aksi Dewan Pimpinan Pusat Go Graber Indonesia di depan kompleks DPR/MPR RI.

Seperti hari-hari sebelumnya, rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional mengikuti perkembangan jumlah massa di lapangan.

Kemudian pada 24 Juli, sebanyak 687 personel gabungan kembali diterjunkan untuk mengamankan sedikitnya empat aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat.

Demonstrasi dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum, Komite Mahasiswa dan Pemuda Reformasi (KMP Reformasi), Cipayung Plus Jakarta Selatan, serta Aliansi Mahasiswa dan Pemuda DKI Jakarta yang menggelar aksi di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Gambir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, LBH DPN Indonesia, serta Kantor OJK.

Baca juga artikel terkait DEMO HARI INI atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra