Menuju konten utama

Teror Bom Dekat Pangkalan RAF Digagalkan, Polisi Curigai Iran

Dugaan teror bom berhasil digagalkan dekat pangkalan RAF Fairford yang dipakai misi AS dalam perang Iran. Polisi antiteror mencurigai keterlibatan Iran.

Teror Bom Dekat Pangkalan RAF Digagalkan, Polisi Curigai Iran
IIlustrasi bom. FOTO/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aksi terorisme yang melibatkan penggunaan bahan peledak di dekat pangkalan RAF Fairford, Gloucestershire, Inggris, dilaporkan baru saja digagalkan otoritas setempat pada Minggu (27/9/2026). Pihak kepolisian setempat menduga Iran terlibat dalam aksi terorisme tersebut, seiring pangkalan RAF dikenal sebagai pangkalan udara Inggris yang digunakan militer Amerika Serikat (AS).

Seturut The Guardian, operasi penggagalan aksi terorisme itu disebut terjadi pada Minggu dini hari. Sekelompok pria ditangkap dalam operasi ini setelah petugas menemukan adanya bahan peledak di dalam tiga mobil van dekat pangkalan RAF.

Tiga mobil van dengan muatan bahan peledak itu dilaporkan ditemukan otoritas setempat berada di sekitar pangkalan RAF. Ketiga mobil itu disebut telah terparkir selama beberapa menit sebelum petugas bersenjata lengkap menyingkirkannya.

Dugaan aksi terorisme ini digagalkan secara kebetulan. Sinyal bahaya pertama kali dikabarkan justru dari seorang warga yang secara tak sengaja melihat pelaku yang bertpeng, lalu menghubungi nomor darurat karena curiga.

Selama proses penggagalan aksi terorisme, para penduduk dari 85 rumah tangga di Desa Whelford harus dievakuasi. Garis polisi juga dipasang pada radius 400 meter di sekitar mobil van yang membawa bahan peledak.

Sementara itu, kelompok pria yang ditangkap terdiri dari lima orang. Foto-foto penangkapan mereka tersiar oleh media pada Minggu, menunjukkan kelimanya duduk berjejer tanpa baju selama penggeledahan.

“Petugas bersenjata menanggapi dan lima orang ditangkap di daerah Whelford karena dicurigai melakukan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Bahan Peledak. Mereka selanjutnya ditangkap karena dicurigai mempersiapkan tindakan terorisme, bertentangan dengan pasal 5 Undang-Undang Terorisme,” kata unit anti-terorisme kepolisian Inggris.

Dugaan Keterlibatan Iran

Motif pelaku kini tengah jadi objek penyelidikan, namun pihak kepolisian dilaporkan telah mencurigai adanya keterlibatan kepentingan Iran dalam aksi tersebut. Kecurigaan ini menguat seiring dirilisnya pernyataan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) beberapa waktu lalu.

Pada Juli, IRGC memperingatkan Inggris bahwa “pangkalan mana pun yang digunakan untuk agresi terhadap wilayah Iran merupakan target yang sah bagi pasukan kami”.

Meski begitu, potensi motif lain yang tak terkait dengan Perang Iran-AS disebut akan tetap dieksplorasi pihak berwajib. Hal ini seiring situasi tingkat ancaman di Inggris yang belakangan meningkat pesat.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan insiden ini “sangat mengkhawatirkan” dan menyatakan pihaknya akan “selalu mengambil setiap langkah yang diperlukan” untuk melindungi publik Inggris.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengeklaim telah mengawasi para tersangka aksi terorisme itu untuk waktu yang lama. Dalam pernyataannya, ia menuduh bahwa orang-orang itu “berniat melakukan kerusakan besar”, sembari mengungkap potensi kerja sama pertahanan AS-Inggris imbas aksi tersebut.

Akan tetapi, seturut laporan The Guardian, dugaan aksi terorisme ini tampaknya tak diantisipasi oleh Dinas Intelijen Inggris sebelumnya. Operasi penggagalan aksi pemboman disebut tak dipimpin otoritas intelijen sehingga mengindikasikan dinas terkait tak menilai ancaman ini sebagaimana klaim Trump.

Sementara itu, Fairford sendiri merupakan tempat berdirinya lapangan udara dengan landasan pacu yang sangat panjang, membentang hampir 3 km. Karakteristiknya ini telah digunakan untuk mendukung penerbangan pesawat pembom berat macam B-1 dan B-52.

Pada Maret lalu, Inggris memberikan izin bagi AS untuk menggunakan pangkalan tersebut sebagai bantuan dalam operasi militer di Iran. Sejak itu, pesawat pembom AS telah mendarat di RAF Fairford.

Baca juga artikel terkait TEROR atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar