Menuju konten utama

Rangkuman Demo di Jakarta 20-22 Juli dan Sorotan Media Asing

Demo di Jakarta beruntun sejak 20-22 Juli 2026. Isu yang diangkat mulai ekonomi dan korupsi. Demo yang berlangsung Juni juga disorot media asing.

Rangkuman Demo di Jakarta 20-22 Juli dan Sorotan Media Asing
DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menggelar aksi untuk meminta Kejaksaan Agung transparan dalam penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). tirto.id/Auliya Umayna
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejak Senin, 20 Juli 2026, sejumlah kelompok masyarakat, mahasiswa, dan tenaga kesehatan menggelar aksi unjuk rasa di beberapa titik wilayah Jakarta.

Tuntutan demo berfokus pada kondisi ekonomi di Indonesia, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga soal kasus yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Berikut ini beberapa rangkuman demo yang berlangsung di Jakarta pada pekan ini, 20-22 Juli 2026.

Demo Senin 20 Juli di Kantor OJK dan DPR

Pada Senin, 20 Juli 2026, terdapat beberapa aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta. Salah satunya dilakukan oleh Jaringan Aktivis Muda Indonesia (JAMI) di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta Pusat, mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.

Selain itu, pada hari yang sama, Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) juga menggelar aksi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, mulai pukul 15.00 WIB.

Dalam orasi, aliansi mahasiswa mendesak DPR RI memaksimalkan fungsi pengawasan dan menuntut pemerintah segera menghentikan segala proyek strategis nasional yang mengeksploitasi ruang hidup serta merusak ekosistem.

Massa juga menuntut jaminan kebebasan berekspresi, pengusutan tuntas kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, serta mendesak aparat menghentikan segala bentuk kriminalisasi, intimidasi, dan tindakan represif terhadap aktivis dan jurnalis.

Aksi lain pada 20 Juli dilakukan oleh BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) Zona III di depan kantor Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan.

Mereka mendesak Kejaksaan Agung menangkap dan mengadili Febrie Adriansyah terkait dugaan suap dan TPPU, serta menyerukan isu "Indonesia Darurat Korupsi".

Demo di Jakarta Selasa 21 Juli di Balai Kota

Pada Selasa, 21 Juli 2026, ratusan tenaga kesehatan yang tergabung dalam Asosiasi Pekerja Kesehatan Seluruh Indonesia (APKSI) bersama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu sektor kesehatan melakukan aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta.

Aksi ini berfokus pada tuntutan kepastian hak kepegawaian, terutama terkait belum diterimanya Gaji ke-13 bagi PPPK Paruh Waktu sektor kesehatan. Selain masalah Gaji ke-13, para tenaga kesehatan juga meminta adanya kejelasan mengenai kemungkinan perubahan status dari PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu.

Info Demo Hari Ini di Jakarta 22 Juli

Kemudian pada Rabu, 22 Juli 2026, kembali terjadi aksi demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Agung RI, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Aksi tersebut melibatkan kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Persatuan Indonesia dan Jaringan Intelektual Hukum Nasional (JIHN).

Demo Soal Febrie di Kejagung

DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menggelar aksi untuk meminta Kejaksaan Agung transparan dalam penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). tirto.id/Auliya Umayna

Mereka mengangkat isu pemberantasan korupsi, khususnya terkait dugaan kasus yang menyeret Febrie Adriansyah yang kini berstatuskan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi Asabri dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam seruannya, massa menyebut aksi tersebut sebagai “mimbar akademik jalanan” untuk menyuarakan kepentingan masyarakat. Mereka mendesak agar kasus dugaan korupsi diusut secara tuntas, termasuk meminta proses hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Massa juga membawa tuntutan agar pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai instrumen untuk memberikan efek jera terhadap pelaku korupsi.

Beberapa unggahan di media sosial memperlihatkan aksi di Kejaksaan Agung pada 22 Juli sempat mengalami ketegangan setelah terjadi bentrokan antara sebagian peserta aksi dan aparat kepolisian.

Demo 22 Juli Sempat Ricuh

Aksi unjuk rasa di depan Gedung Kehagung, Rabu (22/7/2026), sempat diwarnai kericuhan. Pantauan Tirto di lokasi, massa tiba pukul 14.10 WIB menggunakan bus.

Ketegangan memuncak dan memicu aksi saling dorong saat massa aksi melakukan blokade jalan serta membakar ban bekas kepolisian memadamkan api menggunakan APAR.

Massa yang membawa atribut kentungan turut membentangkan spanduk bertuliskan “Febrie Jangan Sembunyi di Sini!!!” dan “Gedung Ini Disegel Oleh Pencari Keadilan”.

Di tengah ketegangan, massa menyuarakan empat tuntutan utama. Mereka mendesak independensi Kejagung dalam kasus ini, segera menahan Febrie sebagai bentuk tanggung jawab moral, menuntaskan kasus demi kepercayaan publik, dan meminta pemerintah mengkaji Perpres No. 66 Tahun 2025 terkait keterlibatan TNI di kejaksaan demi menjaga demokrasi dari bayang-bayang junta militer.

Melalui orasinya, perwakilan massa menyoroti ironi hukum di tubuh kejaksaan. "Bagaimana mungkin seorang eks Jampidsus menjadi kebal hukum? Presiden Prabowo sudah mengarahkan untuk menangkap koruptor," seru orator aksi.

Massa menegaskan mereka bangga Kejagung mampu membongkar korupsi besar, namun sangat kecewa karena institusi justru terkesan melindungi Febrie.

Demo Berjilid-jilid di Indonesia Jadi Sorotan Media Asing

Beberapa media internasional turut memberitakan mengenai aksi demonstrasi di Indonesia yang terjadi semakin sering sejak Juni 2026.

AP News pada 12 Juni 2026 melaporkan aksi mahasiswa di Jakarta yang menyoroti tekanan ekonomi dan kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Sekitar 1.500 mahasiswa turun ke jalan dengan tuntutan agar pemerintah menurunkan harga bahan bakar dan pangan serta mengevaluasi sejumlah program belanja negara yang dianggap terlalu besar.

Para mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis yang dinilai membutuhkan pengawasan lebih ketat.

Reuters pada hari yang sama juga memberitakan mengenai demonstrasi mahasiswa di Jakarta kala itu. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa para mahasiswa memprotes beberapa isu, termasuk penggunaan anggaran negara, kenaikan harga bahan bakar, program Makan Bergizi Gratis, serta perluasan peran militer dalam urusan sipil.

Pemberitaan tentang aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026, yang menyoroti kebijakan ekonomi dan prioritas penggunaan anggaran pemerintah Presiden Prabowo Subianto juga dimuat CNA.

Ratusan mahasiswa turun ke jalan untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, terutama terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan penggunaan anggaran negara untuk program-program besar pemerintah.

Mereka melakukan long march menuju kawasan Bundaran HI, Jakarta dengan membawa tuntutan dengan slogan “Menuju Indonesia Bangkrut”.

Pemberitaan media asing juga menyoroti tentang penetapan eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Financial Times pada 18 Juli 2026 menyebut kasus yang menjerat Febrie menjadi perhatian karena ia sebelumnya merupakan salah satu pejabat penting yang memimpin sejumlah penyidikan besar, termasuk dugaan penyimpangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Financial Times juga menyoroti adanya dugaan persaingan atau ketegangan antara Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kepolisian RI dalam menangani kasus korupsi.

Baca juga artikel terkait DEMO MAHASISWA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra