Menuju konten utama

Info Banjir Susulan di Agam 2026, Lokasi Terdampak, & Penyebab

Banjir bandang kembali melanda Agam, Sumatra Barat, pada Kamis (1/1/2026). Simak dampak banjir tersebut dan penyebabnya.

Info Banjir Susulan di Agam 2026, Lokasi Terdampak, & Penyebab
Mobil melewati aliran sungai yang menggenangi jalan pascabanjir bandang susulan di Nagari Maninjau, Agam, Sumatera Barat, Jumat (26/12/2025). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wpa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Banjir kembali melanda salah satu desa Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Tahun Baru 2026 atau Kamis (1/1/2026) dini hari. Sebelumnya, Agam termasuk salah satu kabupaten/kota yang terdampak bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor sejak November 2025.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam melaporkan, banjir susulan di kabupaten tersebut terjadi tepatnya di Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.

"Banjir bandang disertai bunyi gemuruh di hulu Sungai Muaro Pisang terjadi sekitar pukul 01.45 WIB," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, dikutip dari ANTARA, Kamis.

Akibat adanya gemuruh ini, masyarakat di sekitar hulu Sungai Muaro Pisang berhamburan keluar rumah. Warga yang tinggal di sepanjang sungai mengungsi ke sekolah, rumah warga, dan lokasi aman lainnya setelah rumah mereka digenangi material lumpur dan bebatuan. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini.

"Karena warga langsung mengungsi saat mendengar gemuruh di hulu sungai," katanya.

Dampak Banjir Susulan di Agam 1 Januari & Penyebabnya

Abdul Ghafur mengatakan, banjir susulan di Agam terjadi akibat curah hujan yang tinggi pada malam Tahun Baru 2026 atau Rabu (31/12/2025) malam. Tidak hanya itu, material bekas tanah longsor di hulu Sungai Muaro Pisang juga menyebabkan sungai tersebut meluap.

Banjir susulan ini juga berdampak pada tertutupnya jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi di Pasar Maninjau, Nagari, Agam. Jalan tersebut kembali tertimbun material banjir bandang.

"Jalan provinsi kita tutup semenjak Rabu (31/12/2025) malam sampai Kamis (1/1/2026)," kata Wakil Kapolres Agam, Kompol Muddasir, dikutip dari ANTARA, Kamis.

Hari ini, 4 unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material tersebut dan dibuang menggunakan truk ke daerah pembuangan. Pembersihan material ditargetkan segera selesai agar lalu lintas kembali normal.

"Alat berat sedang membersihkan tumpukan material menimbun badan jalan sekitar 30 meter dan tinggi 50 centimeter," katanya.

Akibat lain dari meluapnya air itu, ada sedikitnya 10 unit rumah terdampak dan satu unit alat berat yang berada dalam sungai tertimbun material. Sementara, sudah 5 kali jalan provinsi di lokasi tersebut tertimbun material dalam kurun Kamis (27/11) sampai Rabu (31/12).

"Sungai tersumbat sehingga mengalir ke daerah lain dan menimbulkan badan jalan arah Simpang Maninjau," tuturnya.

Terlepas dari hal tersebut, Agam secara keseluruhan jadi salah satu kabupaten yang terdampak bencana hidrometeorologi sejak November 2025 lalu. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal di Agam ialah 192, 38 orang hilang, dan 4,3 ribu orang mengungsi.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Addi M Idhom