tirto.id - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indosat Tbk (ISAT) menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp2,7 triliun atau setara Rp83,3 per lembar saham kepada para pemegang saham.
Direktur sekaligus Chief Financial Officer (CFO) Indosat, Nicky Lee Chi Hung, mengatakan rasio pembayaran dividen tehadap laba bersih (dividend payout ratio/DPR) ISAT di tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sekitar 48 persen.
“Jadi, pada tahun 2024, kami telah menaikkannya menjadi 55 persen. Dan yang kami rencanakan adalah untuk secara bertahap menaikkannya menjadi 70 persen untuk tahun 2026. Jadi dalam waktu dua tahun lagi, itulah yang kami rencanakan,” ujarnya dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kantor Pusat Indosat, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2025).
Dalam keterangannya, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menjelaskan distribusi dividen yang konsisten ini menegaskan bahwa kinerja keuangan Indosat tetap stabil sejak merger dengan Hutchison 3 Indonesia (Tri) pada 4 Januari 2022.
Bahkan, pasca aksi korporasi tersebut dilakukan, Indosat menunjukkan tren pertumbuhan dividen yang kuat, mencerminkan peningkatan profitabilitas dan fokus pada pengembalian nilai bagi pemegang saham.
Sementara itu, target pembagian dividen hingga 70 persen dari laba bersih pada tahun 2026, memperkuat komitmen jangka panjang perusahaan dalam memberikan imbal hasil bagi pemegang saham, sekaligus melanjutkan investasi dalam transformasi menjadi AI TechCo.
“Seiring dengan pertumbuhan kami menjadi AI-TechCo, pembagian dividen ini menjadi bukti nyata neraca keuangan yang sehat serta komitmen memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham. Hal ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham atas arah dan kemampuan tim mengeksekusi strategi yang fokus pada konsumen,” tutur Vikram.
Sedangkan, sebagai bagian dari transformasi menjadi AI TechCo, Indosat telah menyesuaikan izin usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020.
Langkah ini dipercaya Vikram dapat mendukung perluasan kegiatan bisnis perusahaan, termasuk pemrograman dan pengembangan solusi berbasis AI, layanan TIK terintegrasi, konsultasi dan desain berbasis Internet of Things (IoT), serta pengembangan layanan berbasis data di sektor-sektor strategis seperti kesehatan dan keuangan digital.
“Untuk pertumbuhan di masa yang akan datang. Indosat terus berfokus pada memberikan nilai bagi para pemegang saham dan mempercepat transformasi menjadi AI TechCo, memanfaatkan kecerdasan artifisial untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas bisnis,” jelas Vikram.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































