tirto.id - Ketua Freeport-McMoRan Richard Adkerson menyebutkan Menteri Investasi Rosan Roeslani dan Freeport Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman untuk memperpanjang izin usaha pertambangan Freeport Indonesia setelah 2041. Dengan demikian, izin usaha Freeport Indonesia akan berlaku hingga 20 tahun kemudian, tepatnya 2061.
Freeport Indonesia merupakan anak usaha Freeport-McMoRan, perusahaan pertambangan besar dari Amerika Serikat (AS). Adkerson menyampaikan soal penandatanganan itu dalam acara yang dihelat US Chamber of Commerce di Washington pada Rabu (18/2/2026) malam.
Presiden Prabowo Subianto disebut turut menggadiri kegiatan tersebut.
Menurut Reuters, Prabowo melakukan perjalanan ke Washington untuk menghadiri KTT perdana Board of Peace serta mengupayakan penurunan tarif resiprokal.
“Kami menginginkan hubungan terbaik dengan Amerika Serikat di semua bidang, secara politik maupun ekonomi,” kata Prabowo di acara tersebut.
Sebagai informasi, kerja sama dengan Freeport merupakan salah satu dari 11 kerja sama yang dijalin pemerintah AS dan Indonesia.
Jika dirinci, total potensi nilai investasi yang dikantongi Indonesia mencapai 2,5 miliar dolar AS untuk sektor pertanian dan 35,9 miliar dolar AS di sektor industri, termasuk kerja sama di bidang semikonduktor dan material industri strategis.
Daftar nota kesepahaman yang ditandatangani Indonesia dan AS adalah sebagai berikut:
1. Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dan President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas;
2. MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Haliburton, ditandatangani oleh CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Haliburton Ankush Balla;
3. MoU di bidang Agrikultur (Jagung) antara PT Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan, dan Cargill Inc., ditandatangani oleh Managing Director Amcham mewakili Fanny Hosea PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Indonesia) Donna Priadi dan Director International Government Relations (China & APAC) at Cargill Elizabeth Struse;
4. MoU tentang katun antara Busana Apparel Group dan US National Cotton Council, ditandatangani oleh Chief Marketing Officer Busana Apparell Manish Virmani serta Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;
5. MoU tentang Cotton antara Daehan Global dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh CEO of Daehan Global Boo Hyung Lee dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;
6. MoU tentang Shredded Worn Clothing antara Asosiasi Garment dan Textile Indonesia, PT Pan Brothers dan Ravel, ditandatangani oleh CEO PT PAN Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb;
7. MoU tentang Furnitur antara ASMINDO (Indonesian Furniture Industry & Handicraft Association) dan Bingaman and Son Lumber, Inc, ditandatangani oleh CEO Vivere Group (ASMINDO) Dedy Rochimat dan Director of Exports Jeremy Roupp;
8. MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Essence, ditandatangani oleh President Director Ahmad Maaruf Maulana dan President Director Chester Coleman;
9. MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri (GBI) dan Tynergy Technology Group, ditandatangani oleh Director GBI Kadafi Yahya Muhamad dan President Direkturr Yan Purba;
10. Transnational Free Trade Zone Friendship antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC, ditandatangani oleh Director Tjaw Hioeng dan Presiden Solana Gorup David Fordon;
11. MoU tentang Furnitur/Wood Product antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) dan American Hardwood Export Council, ditandatangani oleh Head of Promotion and Marketring for Americas Rudy Hartono dan American Hardwood Export Council Michael Snow.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






































