Menuju konten utama

Gempa Sulut: ICU RS Siloam Rusak, Pasien Dievakuasi ke Korem

Sebanyak 40 pasien RS Siloam di Sulawesi Utara harus dipindahkan akibat terdampak gempa M 7,6.

Gempa Sulut: ICU RS Siloam Rusak, Pasien Dievakuasi ke Korem
Bangunan mengalami kerusakan akibat gempa di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Kamis (2/4). Foto/ BPBD Kota Ternate
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) mengakibatkan kerusakan fasilitas di Rumah Sakit Siloam. Akibat pecahnya kaca ruang ICU dan keretakan tembok bangunan, sebanyak 40 pasien terpaksa dievakuasi ke Makorem 131/Santiago untuk mendapatkan perlindungan sementara di tenda darurat dan aula.

Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago, Brigjen TNI Susilo Martopo Turnip, menyebut kerusakan terjadi pada fasilitas rumah sakit. Kerusakan terjadi pada kaca di ruang ICU dan sebagian tembok bangunan yang mengalami keretakan.

“Kami melaporkan di sini di depan Korem ini ada Rumah Sakit Siloam. Rumah Sakit Siloam ini terdampak juga tadi pada saat tadi pagi, kaca di ICU pecah, kemudian ada bangunan temboknya yang agak runtuh,” ujar Martopo dalam rapat koordinasi penanganan gempa bumi Sulut-Malut disaksikan secara daring, Kamis.

Dampak kerusakan itu juga membuat sekitar 40 pasien harus dievakuasi dari rumah sakit dan sementara ditempatkan di lingkungan Korem. Martopo menyebut para pasien saat ini ditampung di aula Makorem, barak, hingga tenda darurat yang didirikan di lapangan.

“Karena para pasiennya takut atau trauma atas kejadian yang tadi pagi Pak. Mohon arahan Bapak,” kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meminta agar kebutuhan dasar para pengungsi segera dipenuhi. Dia memastikan pemerintah pusat segera turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Sebelum kami datang, mohon Bapak Danrem juga menyingsingkan lengan baju membantu semaksimal mungkin terkait dengan masyarakat yang terdampak, khususnya yang tadi dilaporkan dari depan, dari rumah sakit yang karena takut mengungsi di Makorem 131,” kata Suharyanto.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus mengatakan bahwa gempa yang terjadi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah dan bangunan. Di antaranya termasuk Gedung Olahraga KONI di Manado.

“Tapi untuk bangunan olahraga, gedung olahraga ini, yang mungkin fatal ini dua kali gempa bumi dua kali roboh, Pak. Dua tahun yang lalu juga terjadi seperti ini, 5,2 Skala Richter saja roboh, apalagi ini 7,6,” kata Yulius.

Kata dia, tercatat sedikitnya 25 rumah mengalami kerusakan ringan serta satu korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pendataan dampak gempa hingga kini masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Kalau hitungannya rumah ini, kalau dihitung rupiah kurang lebih 500 jutaan,” katanya.

Baca juga artikel terkait GEMPA SULUT atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah