tirto.id - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri ini dia sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab langsung atas gejolak hebat yang melanda pasar modal Indonesia dalam dua hari terakhir.
"Saya sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama bursa efek Indonesia," katanya dam konferensi pers di BEI, Jumat (30/1/2026).
Keputusan ini muncul di tengah tekanan pasar yang melanda pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami trading halt (penghentian perdagangan sementara) selama dua hari berturut-turut setelah anjlok hingga 8 persen dalam sehari.
Kejadian ini memicu krisis kepercayaan investor dan mendesak respons cepat dari seluruh otoritas pasar modal, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kemudian memutuskan untuk berkantor di BEI.
Dalam pernyataan singkatnya, Iman Rachman menyatakan harapannya agar langkah ini membawa dampak positif. "Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal," tambahnya.
Dengan pengunduran diri ini, BEI akan memasuki masa transisi kepemimpinan. Administrasi pergantian akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar perusahaan.
"Akan ada PLT (pelaksana tugas) yang ditunjuk sampai ada dirut utama definitif yang baru," jelasnya.
Adapun, IHSG memulai perdagangan hari ini di level 8.308,73 dan melanjutkan penguatan hingga menembus level 8.408,30. Awal sesi ditandai dengan sentimen positif yang memicu aksi beli.
Namun, momentum berubah drastis menjelang pukul 09.30, ketika tekanan jual mengambil alih dan mendorong indeks untuk turun dengan cepat hingga ke posisi terendah di angka 8.167,16.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id






































