tirto.id - Sejumlah Sekolah Rakyat dinyatakan siap beroperasi pada pertengahan bulan Juli 2025 mendatang. Pembaca dapat menyimak daftar lokasi Sekolah Rakyat 2025 terbaru, dan jumlah peserta.
Berdasarksan data Kementerian Sosial (Kemensos), Sekolah Rakyat yang akan beroperasi pada Juli mendatang, berada di delapan wilayah, yaitu Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, dan Papua.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, Agus Zainal Arifin, menyampaikan 63 titik Sekolah Rakyat, siap beroperasi pada tahun ajaran baru 2025/2026, yaitu pertengahan bulan Juli 2025.
"Sampai 12 Mei kemarin, kami catat ada 63 titik yang mulai beroperasi pada Juli tahun ini. Insya Allah pertengahan Juli sudah dimulai," ujar Agus, kapada Antara, pada Senin (19/5/2025).
Lokasi Sekolah Rakyat 2025 Terbaru
Pemerintah menargetkan 100 Sekolah Rakyat dibangun setiap tahunnya di setiap Kabupaten/Kota, yang tersebar di Indonesia. Per 12 Mei 2025, Kemensos mencatat ada 63 sekolah yang akan beroperasi, pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Sebagai informasi, lokasi Sekolah Rakyat memanfaatkan fasilitas negara yang telah terbangun, bukan mendirikan gedung baru. Pemerintah daerah setempat, dapat mengusulkan lokasi Sekolah Rakyat, di daerahnya masing-masing, dengan failitas yang dimiliki.
Berikut daftar lokasi Sekolah Rakyat 2025 terbaru, yang akan dibuka pada tahun ajaran baru 2025/2026:
- Pulau Jawa: 34 titik.
- Sumatera: 13 titik.
- Sulawesi: 8 titik.
- Bali dan Nusa Tenggara: 3 titik.
- Kalimantan: 2 titik.
- Maluku: 2 titik.
- Papua: 1 titik.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai langkah strategis nasional untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi dan upaya melahirkan generasi emas. Sekolah Rakyat akan dibangun di atas lahan minimal delapan hektar, yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap, seperti laboratorium, fasilitas olahraga, asrama, hingga kebutuhan dasar.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan, Sekolah Rakyat menggunakan sistem pendidikan berbasis teknologi.
“Siswanya bukan kita kasih buku ataupun kapur, tapi sudah menggunakan iPad. Setiap siswa sudah menggunakan iPad, jadi sistem pendidikan yang akan kita gunakan itu berbasis teknologi,” ujar Agus Jabo, dikutip dari laman Kemensos, pada Jumat (16/5/2025).
Jumlah Pendaftar Sekolah Rakyat
Calon peserta didik yang akan mendaftar di Sekolah Rakyat perlu mengikuti tahapan seleksi. Meski demikian, seleksi yang paling uatama ialah kelengkapan administrasi, bukan kecerdasan atau kemampuan akademik.
Sekolah Rakyat dibuka bagi peserta didik yang berasal dari keluarga tidak mampu, kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah akan membebaskan seluruh biaya Sekolah Rakyat dan peserta didik akan tinggal di asrama yang disediakan.
Berdasarkan laporan Antara, per Senin, 19 Mei 2025, jumlah pendaftar Sekolah Rakyat, mencapai 7.000 orang. Peserta yang telah mendaftar akan menjalani tes kesehatan dan diwawancara oleh tim dari Kemensos, Badan Pusat Statistik, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sebagai informasi, proses seleksi calon siswa Sekolah Rakyat dilakukan melalui verifikasi langsung oleh pendamping PKH atau petugas Sentra Kementerian Sosial.
Petugas akan berkunjung ke rumah calon siswa untuk menilai kondisi keluarga secara menyeluruh, termasuk melakukan asesmen terhadap orangtua dan anak calon siswa Sekolah Rakyat.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































