Menuju konten utama

Dedi Mulyadi Minta Warga Jabar Lawan Penjualan Ilegal Tramadol

Dedi Mulyadi meminta aparat penegak hukum melakukan pengawasan dan penindakan peredaran obat Tramadol secara bebas hingga ke tingkat paling bawah.

Dedi Mulyadi Minta Warga Jabar Lawan Penjualan Ilegal Tramadol
Gubernur Dedi Mulyadi saat menghadiri paripurna DPRD Jawa Barat. Foto: Akmal Firmansyah/Tirto.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan penjualan obat Tramadol secara ilegal dan bebas tidak boleh dibiarkan karena menimbulkan keresahan di masyarakat. Dedi meminta masyarakat tidak perlu merasa takut apabila menemukan penjualan Tramadol secara bebas.

"Ini harus dilawan. Tidak boleh lagi dibiarkan. Masa banyak orang justru takut kepada orang yang menjual Tramadol? Itu kan aneh. Menurut saya, tidak boleh ada rasa takut lagi," kata Dedi pada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperkuat langkah pemberantasan. Nantinya, hasil koordinasi tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan operasi yang menjangkau seluruh wilayah, termasuk desa dan kelurahan.

Dedi akan mengoptimalkan aparat kewilayahan untuk melakukan pengawasan dan penindakan sesuai wilayah tugas masing-masing, sehingga peredaran ilegal Tramadol dapat ditekan hingga ke tingkat paling bawah.

"Saya nanti hari Jumat ya dengan Pak Kapolda akan berkoordinasi dan kemudian nanti gerakannya itu sampai desa dan kelurahan. Kita fungsikan aja Babinsa dan Babinkamtibmas untuk operasi di daerahnya masing-masing," ujar Dedi.

Ia menegaskan, keberhasilan pemberantasan tidak hanya bergantung pada operasi penegakan hukum, namun juga pada keberanian masyarakat agar tak lagi merasa takut terhadap pelaku kejahatan. Dedi menilai, rasa takut justru menjadi faktor yang membuat para pelaku semakin leluasa menjalankan aktivitasnya.

"Yang tidak boleh itu rasa takut. Justru rasa takut itulah yang selama ini menjadi masalah," jelasnya.

Dedi juga membandingkan kondisi tersebut dengan penanganan kasus begal di Jawa Barat.

Ia mengatakan, masyarakat sempat diliputi kekhawatiran akibat maraknya aksi kejahatan di jalanan. Namun, melalui penindakan yang konsisten, rasa takut masyarakat berangsur hilang dan angka kejahatan pun mulai menurun.

Dedi berharap, pendekatan serupa dapat diterapkan dalam memberantas peredaran ilegal obat Tramadol. Menurutnya, ketika aparat bergerak secara masif dan masyarakat tidak lagi takut, justru para pelaku yang akan kehilangan ruang gerak.

"Seperti begal, sekarang rasa takut masyarakat sudah hilang dan kasusnya mulai berkurang. Tramadol juga harus begitu. Ketika para pelakunya yang merasa takut, mereka akan berhenti beroperasi, bahkan meninggalkan Jawa Barat," bebernya.

Dalam rapat paripurna dengan DPRD Jabar, Dedi Mulyadi menyebutkan salah satu penyebab maraknya aksi begal adalah peredaran obat Tramadol yang saat ini masih sangat mudah ditemukan. Ia menceritakan, beberapa waktu lalu sempat beredar di media sosial peristiwa seorang anggota Polres Karawang yang rumah kontrakannya diserang setelah melakukan razia dan mengamankan kendaraan milik sekelompok anak muda.

Peristiwa itu menunjukkan bahwa jaringan di balik peredaran obat tersebut sudah semakin berani.

Menurutnya, persoalan ini tidak lagi bisa ditolerir karena menyangkut masa depan generasi muda. Jika penyalahgunaan Tramadol terus dibiarkan, potensi tawuran, pembegalan, penganiayaan, hingga tindak pembunuhan akan terus meningkat akibat dampaknya terhadap kondisi mental dan fungsi otak penggunanya.

"Kita tidak bicara sisi politik mari kita bicara sisi kemanusiaan, sisi kepentingan dan sisi masa depan," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait TRAMADOL atau tulisan lainnya dari Akmal Firmansyah

tirto.id - Flash News
Reporter: Akmal Firmansyah
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Bayu Septianto