Menuju konten utama

Pemerintah Tidak akan Beri Izin dan Visa Konser Israel Houghton

Yusril menyatakan, penolakan konser tersebut melihat dua faktor, yakni masalah keamanan dan sikap luar negeri Indonesia yang pro perjuangan Palestina.

Pemerintah Tidak akan Beri Izin dan Visa Konser Israel Houghton
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra memberikan pandangan dan pendapat dalam peringatan Hari Pelayanan Publik Internasional 2026 di Kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (23/6/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menegaskan tidak akan memberikan izin konser dan visa masuk untuk musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton.

Keputusan pemerintah tersebut diambil dengan mempertimbangkan dua sikap, yaitu politik luar negeri dan masalah keamanan dalam negeri. Terkait politik luar negeri, Yusril mengatakan, musisi asal AS tersebut ditengarai memanfaatkan konser untuk menggalang kampanye politik mendukung Israel. Hal ini berseberangan dengan posisi Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Palestina.

"Kegiatan musik ini ditengarai itu dimanfaatkan untuk melakukan satu kampanye politik untuk mendukung Israel dan hal seperti itu tidak sejalan dengan politik luar negeri kita dan juga tidak sejalan dengan dukungan kita terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam mencapai kemerdekaannya," terang Yusril dalam Konferensi Pers terkait Rencana Penyelenggaraan Konser Israel Houghton di Jakarta dan Isu yang Berkembang di Masyarakat, di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Setelah dilakukan koordinasi dengan Kemenko Polkam dan Kapolri, Yusril menerangkan, pihak penyelenggara ternyata belum sekalipun mengajukan izin menggelar konser di Indonesia.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Imigrasi dan Kemasyarakatan (Kemenimipas) terkait permohonan visa yang diajukan Israel Houghton. Meski sampai hari ini belum ada pengajuan dari musisi itu, tetapi pemerintah mengantisipasi kemungkinan Israel menggunakan visa on arrival.

"Dengan Kementerian Imigrasi dan Kemasyarakatan yang pada intinya menyatakan bahwa sampai hari ini belum ada permohonan visa yang diajukan oleh musisi asal Amerika Serikat Israel Houghton tersebut, dan kami juga sudah mengantisipasi kemungkinan yang bersangkutan datang menggunakan visa on arrival yang hanya boleh digunakan untuk kegiatan pertunjukan wisata bukan untuk kegiatan pertunjukan musik," ujar Yusril.

Sampai hari ini, berdasarkan keterangan Yusril, penjualan tiket masih terus berlangsung di beberapa platform penjualan daring seperti Megatix. Namun, ia tidak akan mencampuri urusan itu lebih jauh, sebab yang terpenting pemerintah telah mengambil sikap tegas tidak mengeluarkan izin konser musisi asal AS tersebut.

Konser Israel Houghton bersama New Breed bertajuk Til The World Knows Tour 2026 rencananya bakal dihelat pada 24 Oktober 2026 di Graha Harapan, Jakarta. Namun, sikap politik Israel memicu kontroversi di masyarakat, termasuk tanggapan dari MUI agar pemerintah mencabut izin konsernya di Indonesia.

Baca juga artikel terkait KONSER atau tulisan lainnya dari Mukhtar Abdullah

tirto.id - Flash News
Reporter: Mukhtar Abdullah
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Andrian Pratama Taher