tirto.id - Polsek Metro Taman Sari meluruskan informasi terkait adanya bau gas yang membuat konser di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, dibubarkan pada Minggu (13/9/2026).
Kapolsek Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar, mengatakan, kepolisian belum dapat memastikan sumber bau yang sempat dikeluhkan pengunjung. Namun, berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, bau tersebut disebut menyerupai bau makanan.
"Kenapa kami bilang seperti bau makanan, karena ada salah satu pengunjung yang menyebutkan hal tersebut," kata Bobby kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Bobby menyebut jenis makanan tersebut belum bisa diungkap karena semua penonton pada dasarnya boleh membawa makanan ke dalam area.
Bobby pun menjawab terkait dengan informasi mengenai seorang pria yang sempat ditangkap di lokasi dan disebut-sebut sebagai pelaku pencopetan. Dia menegaskan pria tersebut bukan pelaku copet.
Polisi sempat menangkapnya lantaran ada dugaan dari masyarakat bahwa yang bersangkutan merupakan pencopet.
"Itu [copet] hanya asumsi masarakat yang meneriakkan yang bersangkutan pelaku. Setelah kami cek dan kami periksa, yang bersangkutan tidak diketemukan barang-barang yang diduga hasil copet atau curian, " jelasnya.
Pria tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial karena tidak memiliki kartu identitas.
Bobby menjelaskan pengamanan pria itu bertujuan untuk mencegah pria tersebut menjadi sasaran tindakan massa yang telanjur menduganya sebagai pencopet.
Sementara itu, Bobby memastikan konser di Kota Tua tetap berjalan.
Pada Minggu (13/9/2026) malam, sebuah konser di kawasan Kota Tua, Jakarta terpaksa dibubarkan oleh penyelenggara karena munculnya bau gas yang diduga berbahaya.
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra, mengatakan insiden itu terjadi saat grup musik Kotak tampil pada puncak perayaan.
Saat itu diduga terdapat serbuk yang membuat mata menjadi pedih hingga nafas menjadi sesak.
Acara kemudian sempat terhenti hingga akhirnya petugas berhasil mengamankan salah seorang pria yang diduga membawa serbuk tersebut.
"Tantri Kotak mundur dan berhenti. Sekuriti acara langsung mengamankan. Kami bersama tiga pilar mengamankan dari warga terdampak. Agar yang sesak nafas tertangani," kata Denny melansir Antara.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































