tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) periode 2026-2029, Sugiono, menyebut rencana pendidikan gratis mulai dari prasekolah hingga universitas negeri masih dalam tahap penggodokan. Program tersebut menjadi salah satu agenda pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Sugiono menyampaikan hal itu setelah acara serah terima jabatan Menko PMK dari Pratikno di Ruang Heritage, Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Senin (5/10/2026). Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu pilar utama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
“Saya kira juga masih digodok di Kemenko PMK ini adalah rencana Bapak Presiden untuk pendidikan gratis mulai dari prasekolah hingga universitas negeri,” kata Sugiono, Senin (5/10/2026).
Sugiono mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari sejumlah program prioritas pemerintah di bidang pendidikan. Program lainnya mencakup renovasi 300.000 sekolah dan madrasah hingga 2029, pembangunan 500 sekolah raya dan 500 sekolah nasional terintegrasi, serta transformasi 100 sekolah Garuda.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan kesejahteraan guru, digitalisasi pendidikan melalui penyediaan 1 juta interactive flat panel, pembangunan universitas berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta akademi olahraga nasional.
Selain itu, pemerintah akan menghimpun kekuatan talenta diaspora Indonesia untuk kembali berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Yang intinya dari semua program tersebut adalah bagaimana memberikan akses yang terbaik terhadap pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka mencetak manusia yang unggul,” ujar Sugiono.
Selain pendidikan, Sugiono mengatakan pemerintah menyiapkan transformasi besar di sektor kesehatan. Salah satunya melalui renovasi 10.000 puskesmas dan pembangunan serta revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia.
“Antara lain renovasi puskesmas, 10.000 puskesmas, kemudian membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah di seluruh Indonesia,” kata Sugiono.
Program kesehatan lainnya mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, penuntasan tuberkulosis, serta peningkatan ketersediaan tenaga kesehatan. Pemerintah juga menargetkan penambahan dokter spesialis dan dokter gigi yang dibutuhkan masyarakat.
Menurut Sugiono, sektor kesehatan menjadi pilar penting dalam membentuk manusia Indonesia yang unggul.
Sugiono juga menyebut terdapat empat fokus utama yang akan dipantau Kemenko PMK untuk mendukung agenda pemerintah. Keempatnya yakni pendidikan, kesehatan, ketahanan bencana, dan penurunan kemiskinan.
Di bidang ketahanan bencana, Sugiono mengatakan Indonesia memiliki kerentanan tinggi karena berada di kawasan ring of fire. Karena itu, pemerintah akan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Prioritas tersebut mencakup pembangunan sistem peringatan dini atau early warning system bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana. Pemerintah juga akan memperkuat kapasitas penanganan bencana serta mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Bapak Presiden mencanangkan kita tangguh, Indonesia mampu dan tangguh dalam menghadapi bencana,” ujar Sugiono.
Fokus keempat ialah penurunan kemiskinan. Sugiono mengatakan pemerintah akan berupaya memutus rantai kemiskinan melalui berbagai program serta memastikan intervensi pemerintah menyasar kelompok rentan.
“Di mana bantuan sosial dan intervensi pemerintah harus diprioritaskan pada fakir miskin dan anak yatim serta keluarga yang tidak mampu. Kemudian kelompok disabilitas dan lansia, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” kata Sugiono.
Sugiono menegaskan Kemenko PMK akan berperan dalam mengorkestrasi, menyinergikan, dan memobilisasi kementerian serta lembaga yang berada di bawah koordinasinya agar berbagai program pemerintah dapat berjalan sesuai target.
“Tentu saja dalam segala usaha, ada hal-hal yang belum sempurna, yang belum lengkap, itu yang akan kita lengkapi dan kita sempurnakan,” ujar Sugiono.
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id
































