Menuju konten utama

Menko PMK Pastikan Penanganan Bencana Tak Hanya Sasar Sumatra

Pratikno memastikan seluruh instansi mulai dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, hingga kementerian terkait terus bersinergi menangani bencana secara terpadu.

Menko PMK Pastikan Penanganan Bencana Tak Hanya Sasar Sumatra
Konferensi pers Satgas Pascabencana Sumatra di Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026). tirto.id/ M Fajar Nur
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya memprioritaskan penanganan pascabencana di Sumatra, melainkan juga memberikan perhatian penuh pada penanggulangan bencana di berbagai wilayah lain di Indonesia.

"Kita bukan hanya di tiga provinsi di Sumatra (dalam menangai pascabencana), tetapi juga di berbagai daerah yang lain," kata Pratikno dalam konferensi pers di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Pratikno menjelaskan, sejumlah daerah lain juga mengalami bencana setelah menangani bencana banjir dan longsor melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Beberapa di antaranya adalah erupsi Gunung Lewotobi di NTT, serta banjir di Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Riau, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, hingga Jawa Tengah.

Ia memastikan seluruh instansi mulai dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, hingga kementerian terkait terus bersinergi menangani bencana secara terpadu.

"Pemerintah pusat terus bekerja keras menangani seluruh bencana di seluruh wilayah secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Terkait kondisi di Sumatra, Pratikno melaporkan bahwa infrastruktur dasar di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh kini mulai berfungsi kembali.

Layanan dasar masyarakat dan jaringan komunikasi dilaporkan berangsur normal. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pun terus berjalan secara bertahap.

Pratikno menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk tidak sekadar memulihkan keadaan, tetapi membangun kembali infrastruktur yang lebih tangguh.

"Proses rehabilitasi, rekonstruksi terus berjalan secara bertahap, secara berkelanjutan dengan komitmen kita bersama adalah untuk membangun lebih baik. Bukan hanya membangun kembali, tapi membangun lebih baik, lebih kuat, lebih kokoh," tutur Pratikno.

Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan serta meningkatkan kesiapan infrastruktur dalam menghadapi potensi bencana.

"Untuk mencegah bencana ke depan dan juga mampu untuk menghadapi bencana seandainya itu tetap terjadi," pungkasnya.

Konferensi pers Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Mendagri, Tito Karnavian, Menkes, Budi Gunadi Sadikin, Menag, Nasaruddin Umar, Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, Menteri PU, Dody Hanggodo, Mensos, Saifullah Yusuf, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, Kasum TNI, Letjen TNI Richard Tampubolon, dan Dankor Brimob, Komjen Anang Revandoko.

Baca juga artikel terkait PENANGANAN BENCANA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher