Menuju konten utama

Pemerintah: Daerah Terdampak Bencana Sumatra Masuk Fase Transisi

lebih dari separuh kabupaten/kota yang terdampak bencana di Sumatra telah beralih dari fase tanggap darurat ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi.

Pemerintah: Daerah Terdampak Bencana Sumatra Masuk Fase Transisi
Pekerja mengoperasikan alat berat saat membersihkan timbunan longsor yang menutupi badan jalan lintas Geumpang-Pameu-Takengon di Desa Panton Tengah, Rusip Antara, Aceh Tengah, Aceh, Rabu (24/12/2025). Pemerintah bersama TNI mengerahkan belasan alat berat untuk membersihkan badan jalan dari timbunan lumpur dan memperbaiki jalan amblas pascabencana hidrometeorologi Aceh. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah mengungkapkan lebih dari separuh kabupaten/kota yang terdampak bencana di wilayah Sumatra, telah masuk ke tahap transisi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, dalam konferensi pers di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

“Saat ini lebih dari separuh kabupaten/kota yang terdampak telah beralih dari fase tanggap darurat ke fase transisi rehabilitasi, dan rekonstruksi,” ujar Pratikno, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun BNPB Indonesia.

Pratikno merinci, di Provinsi Aceh terdapat tujuh kabupaten/kota yang telah memasuki fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Sementara itu, sebanyak 11 kabupaten/kota lainnya masih memperpanjang status tanggap darurat.

Di Sumatra Utara, delapan kabupaten/kota telah memasuki fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, sedangkan delapan kabupaten/kota lainnya masih berada dalam fase tanggap darurat. Adapun di Sumatra Barat, sebanyak 10 kabupaten/kota telah beralih ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, sementara tiga kabupaten/kota masih berstatus tanggap darurat.

“Daerah yang melakukan perpanjangan masa tanggap darurat ini dimaksudkan, agar daerah benar-benar siap masuk ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu juga memaparkan perkembangan pemulihan layanan dasar, khususnya terkait listrik, air bersih, dan jaringan komunikasi di tiga provinsi terdampak.

“Terkait isu listrik, air, dan jaringan komunikasi, pengiriman genset, mobil penjernih air, truk tangki, sumur siap pakai, toilet darurat, dan berbagai alat lainnya terus ditambahkan serta diperluas pengoperasiannya,” ujarnya.

Sementara untuk sektor telekomunikasi, Pratikno menyebut jaringan komunikasi telah kembali normal di 14 kabupaten/kota. Untuk wilayah yang belum sepenuhnya pulih, pemerintah menambah dukungan konektivitas melalui layanan satelit.

“Untuk daerah yang belum pulih, ditambahkan Starlink. Kami saat ini menambahkan 280 unit dan bersamaan dengan itu percepatan pemulihan jaringan komunikasi terus dilakukan,” jelasnya.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Alfons Yoshio Hartanto