tirto.id - Banjir melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) secara hampir bersamaan akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir. Sedikitnya empat kabupaten dan kota terdampak, dengan ribuan rumah serta ribuan warga terimbas genangan air.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan banjir terjadi di Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kota Banjarbaru.
“Di wilayah Kalimantan Selatan, banjir melanda empat kabupaten dan kota di waktu yang hampir bersamaan,” kata Abdul Muhari pada Minggu (28/12/2025).
Peristiwa pertama tercatat di Kabupaten Balangan setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (26/12). Luapan air sungai menggenangi permukiman warga dengan ketinggian muka air mencapai satu meter.
Dampak banjir dirasakan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tebing Tinggi, delapan desa di Kecamatan Awayan, dan tiga desa di Kecamatan Halong.
“Sebanyak 102 KK atau 264 jiwa terdampak. Banjir juga menggenangi dua akses jalan penghubung antar desa,” ujar Abdul Muhari.

Merespons kejadian tersebut, BPBD setempat melakukan kaji cepat, mengevakuasi warga, membentuk posko induk tanggap darurat, serta mendistribusikan air bersih. Selain itu dilakukan pembersihan sampah pascabanjir dan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Banjir juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada Sabtu (27/12) sekitar pukul 15.02 WITA. Sedikitnya empat kelurahan dan tiga desa di Kecamatan Kandangan dan Kecamatan Loksado terdampak.
Berdasarkan pendataan BPBD setempat, sebanyak 2.946 unit rumah terdampak banjir di dua kecamatan tersebut.
“BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan telah melakukan sejumlah upaya penanganan mulai dari kaji cepat, evakuasi warga terdampak, dan mendistribusikan bantuan paket sembako,” kata Abdul Muhari.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah terjadi pada Jumat (26/12) pukul 20.00 WITA akibat kenaikan debit air di beberapa sungai. Ketinggian muka air berkisar antara 1 hingga 2 meter dan merendam permukiman warga di bantaran sungai.
“Sedikitnya 283 KK atau 785 jiwa di delapan desa dari empat kecamatan ini terdampak,” ujarnya.
Hingga Sabtu (27/12), tinggi muka air di sejumlah desa dilaporkan mulai surut. Banjir juga terjadi di Kota Banjarbaru akibat luapan sungai yang menggenangi permukiman warga di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka. Sebanyak 96 KK atau 131 jiwa terdampak.
BPBD setempat menurunkan tim reaksi cepat dibantu UPT Damkar, relawan Tagana, dan Puskesmas Cempaka. Menanggapi rangkaian bencana hidrometeorologi basah tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyiapkan kebutuhan darurat.
Pemerintah daerah juga diminta memperkuat sistem peringatan dini, kesiapan infrastruktur pengendalian banjir, serta koordinasi lintas sektor guna meminimalkan dampak bencana.
“Apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan tinggi muka air, segera tingkatkan kewaspadaan mulai dari keluarga dan lingkungan rumah,” tutur Abdul Muhari.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































