Menuju konten utama

Update Korban Banjir di Sumatra: 1.138 Meninggal, 163 Hilang

Pemerintah menargetkan akhir Desember 2025 akan selesai pembangunan ruas jalan yang terputus.

Update Korban Banjir di Sumatra: 1.138 Meninggal, 163 Hilang
Warga menjemur gabah padi di antara material lumpur di Nagari Sungai Batang, Agam, Sumatera Barat, Jumat (26/12/2025). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wpa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap data terkini korban dari bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, serta aceh. Hingga Sabtu (27/12/2025), masih terjadi penambahan jumlah korban jiwa dari peristiwa bencana alam tersebut.

"Per hari ini mengalami kenaikan jumlah korban jiwa menjadi 1.138 korban jiwa, sekali lagi tentu saja duka dan simpati yang mendalam terus kita sampaikan kepada keluarga korban, innalillahi wainna ilaihi rajiun," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BPNB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (27/12/2025).

Abdul mengatakan untuk korban hilang sendiri sampai saat ini tercatat berjumlah 163 orang. Namun, dari laporan tim SAR gabungan bahwa korban yang tertimbun di lokasi pemukiman serta pusat aktivitas warga, sangat kecil.

"Sementara itu masih ada 449.846 jiwa saudara-saudara kita yang masih mengungsi. Ini juga menjadi dua, ada yang berada di lokasi-lokasi pengungsian di tenda-tenda sementara maupun ada juga yang mengungsi secara mandiri di rumah keluarga ataupun kerabat," ungkap Muhari.

Dia menerangkan untuk status transisi darurat juga telah ditetapkan di 19 kabupaten/kota, yakni enam di Aceh, enam di Sumatra Utara, dan tujuh di Sumatra Barat. Sedangkan empat kabupaten/kota masih berstatus tanggap darurat karena proses pengalihan surat keputusan kebencanaan dari kepala daerah.

Menurut dia, untuk ruas jalan yang sebelumnya terputus pun sudah sebagian besar kembari terhubung. Direncanakan bahwa pada akhir Desember 2025 akan selesai pembangunannya secara keseluruhan.

"Di lintas timur penghubung Aceh dan Medan ada 13 ruas titik belum bisa ditembus sebelumnya, hari ini jalan dan jembatan terputus sudah tidak ada. Satu jembatan yang dikebut pukul 14.00 siang tadi sudah terhubung, lintas timur sudah fungsional," tutur dia.

Disampaikan Abdul, untuk lintas barat Aceh juga sudah fungsional. Namun, kata dia, akses jalan antara Bireun dan Bener Meriah, Pidi-Takengon, Gayo Luwes-Kuta Cane, masih terputus dan tengah dikebut perbaikan jalurnya.

Sedangkan di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, kata Abdul, relatif akses jalan nasional sudah terhubung. Sehingga, kondisi pendistribusian kebutuhan melalui jalur darat pun sudah berjalan sangat lancar di dua provinsi itu.

"Ada di lintas penghubung antara Bireun dan Bener Meriah, Pidie-Takengon, Gayo Luwes-Kuta Cane, akhir Desember sudah diselesaikan. Tiga jembatan masih dikerjakan tapi ada jalur alternatif," kata Abdul.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto