Menuju konten utama

Tinjau Aceh Tamiang, Wakapolri Prioritaskan Akses di Langkahan

Polri juga mengerahkan tambahan 190 personel Brimob, masing-masing 100 personel di Aceh Utara dan 90 personel di Lhokseumawe.

Tinjau Aceh Tamiang, Wakapolri Prioritaskan Akses di Langkahan
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat memberikan bantuan alat berat dan kebutuhan pokok kepada korban terdampak bencana di Aceh Tamiang. FOTO/Dokumentasi Polri.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo kembali turun langsung ke lokasi bencana longsor dan banjir bandang di Aceh Tamiang. Dedi menyatakan, saat ini kondisi pemulihan di Aceh Tamiang terfokus pada Kecamatan Langkahan.

“Fokus kita hari ini di Kecamatan Langkahan yang kondisinya cukup berat. Akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena itu kunci percepatan pemulihan,” kata Dedi dalam keterangan resmi, Sabtu (27/12/2025).

Dedi menerangkan, Polri kembali mendistribusikan berbagai bantuan logistik, alat berat, hingga dukungan operasional kepolisian di wilayah terdampak paling parah tersebut. Penyaluran paket sembako langsung dilakukan oleh Bhabinkamtibmas ke masyarakat terdampak.

“Sesuai arahan dan perintah Bapak Kapolri, kami diperintahkan untuk langsung ngecek di lapangan. Dari evaluasi satu bulan ini, ada beberapa kebutuhan yang harus segera kami tindak lanjuti,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, Polri juga menyalurkan tujuh unit alat berat yang terdiri dari ekskavator besar, ekskavator kecil, serta dump truck. Alat berat ini dikerahkan untuk membuka akses jalan yang terputus akibat banjir.

Dia menyiapkan, Polri juga memberikan bantuan air bersih untuk wilayah yang masih kesulitan akses air, di tengah proses pembangunan air bor di beberapa titik. Kebutuhan sarana ibadah seperti seperangkat alat salat dan karpet musala juga turut disiapkan untuk masyarakat terdampak.

Disampaikan Dedi, hasil koordinasi dengan pemerintah daerah menunjukkan sejumlah puskesmas mengalami kerusakan berat. Polri pun telah berkoordinasi dengan pusat untuk pengiriman bantuan medis.

“Hari ini Jakarta sudah menyiapkan 60 koli berisi obat-obatan, alat kesehatan, dan kebutuhan medis lainnya, dan langsung kita kirim,” ungkap Dedi.

Selain itu, sebanyak 30 tenda besar juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan pengungsi. Polri berkomitmen memenuhi seluruh kebutuhan mendesak hasil evaluasi, termasuk persiapan menghadapi bulan suci Ramadan.

Tak hanya itu, Dedi menyebut bahwa Polsek Langkahan juga mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan sama sekali. Untuk mendukung operasional anggota, Polri pun menyiapkan perlengkapan kantor, kendaraan dinas, hingga tenda pengungsian.

“Untuk kendaraan roda dua, sudah tidak bisa dipakai sama sekali. Kita datangkan 20 unit motor trail dari Medan, ditambah dua mobil double cabin untuk mendukung tugas anggota di lapangan,” ucap Dedi.

Polri, kata Dedi, mencatat adanya dua waduk yang jebol serta sejumlah jembatan putus akibat banjir. Untuk itu, pembangunan jembatan kecil dengan kapasitas di bawah satu ton akan segera dilakukan guna membuka kembali akses masyarakat.

“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah akses jalan dan jembatan. Kalau akses terbuka, pemulihan bisa lebih cepat,” kata dia.

Dalam rangka memperkuat pengamanan dan bantuan kemanusiaan, Polri juga mengerahkan tambahan 190 personel Brimob, masing-masing 100 personel di Aceh Utara dan 90 personel di Lhokseumawe, lengkap dengan peralatan pendukung. Selain Aceh Utara, Polri juga menaruh perhatian serius terhadap kondisi Aceh Tamiang yang turut terdampak cukup parah, termasuk fasilitas Polres dan asrama anggota.

“Untuk Aceh Tamiang, kebutuhan dasar anggota sudah hampir tidak ada. Kita kirim alat tidur, kelambu, selimut, hingga 450 unit magic jar dan 450 kompor gas,” ujar dia.

Baca juga artikel terkait BENCANA BANJIR atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Anggun P Situmorang