Menuju konten utama

Komdigi Sebut 2.121 Desa di RI Masih Belum Dapat Akses Internet

Desa-desa yang belum mendapat akses internet tersebut termasuk desa di wilayah terluar, perbatasan, hingga desa tertinggal.

Komdigi Sebut 2.121 Desa di RI Masih Belum Dapat Akses Internet
Pekerja membongkar kembali antena sectoral usai digunakan di salah satu kawasan terbuka publik di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (30/9/2024). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fadhilah Mathar, mengakui bahwa hingga kuartal II 2025 masih ada sekitar 2.121 desa blank spot alias belum memiliki akses ke jaringan internet 4G.

Berdasarkan data komposit yang digunakan Komdigi, desa-desa yang belum mendapat akses internet tersebut termasuk desa di wilayah terluar, perbatasan, hingga desa tertinggal.

“Ini kita gabungkan, dan kemudian kami juga overlay dengan beberapa data dari BPS (Badan Pusat Statistik), Kementerian Desa dan juga dari Badan Informasi Geospasial. Nah tadi, ada sekitar 2.121 desa yang masih blank spot, artinya 0 persen coverage (jaringan internet 4G),” ujarnya dalam Kunjungan Kerja Media PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), di Kantor Pusat PT Satelit Nusantara Tiga (SNT), Cikarang, Jawa Barat, Rabu (10/12/2025).

Hanya saja, berdasarkan pantauan lebih lanjut oleh Komdigi, baik melalui analisis desktop maupun satelit, tidak semua desa blank spot tersebut berpenghuni atau memiliki penduduk yang bermukim. Ada atau tidak adanya penduduk di suatu desa itulah yang memengaruhi pemilihan teknologi yang akan disediakan Komdigi agar warga dapat mengakses internet.

Dalam hal ini, ketika suatu desa berpenduduk padat, Komdigi bisa saja mendirikan lebih dari satu tower untuk memberikan akses internet di desa tersebut. Namun sebaliknya, jika dalam suatu desa jumlah penduduknya sedikit dan terkonsentrasi di wilayah tertentu, Komdigi hanya akan memberikan teknologi seperti super wifi agar warga tetap dapat mengakses internet.

“Misalnya, dalam satu desa itu jumlah penduduknya tidak terlalu banyak dan mereka tersentralisasi di suatu tempat, tidak harus teknologinya teknologi seluler. Kita bisa memberikan misalnya super wifi (agar warga dapat mengakses internet), karena masih bisa mencakup jumlah penduduk di desa tersebut,” tukas Fadhilah.

Baca juga artikel terkait KOMDIGI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana