Menuju konten utama

Pemerintah Target 15 Ribu Hunian Korban Bencana Rampung 3 Bulan

Pembangunan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Pemerintah Target 15 Ribu Hunian Korban Bencana Rampung 3 Bulan
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersiap menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait reshuffle Kabinet Merah Putih di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/app/tom.

tirto.id - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan perkembangan pengadaan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pembangunan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

“Malam minggu kemarin, Sabtu, 27 Desember 2025, berkoordinasi dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Bapak Rosan Roeslani, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Bapak Maruarar Sirait, serta Kepala BP BUMN, Bapak Dony Oskaria, di kantor Sekretariat Kabinet,” kata Teddy dalam unggahan pada akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu (28/12/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Teddy menyampaikan Danantara melalui dukungan BUMN telah memulai pembangunan 15.000 unit rumah bagi korban terdampak bencana di Sumatra.

“Danantara sudah memulai pembangunan 15.000 rumah dari BUMN,” ujar Teddy.

Ia memerinci sebanyak 500 unit rumah pertama ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Secara keseluruhan, 15.000 unit rumah tersebut ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan.

“500 unit pertama akan selesai dalam minggu ini dan dilengkapi dengan sanitasi air bersih, rumah ibadah, listrik, jaringan wifi, serta fasilitas untuk anak-anak,” ungkap Teddy.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah memulai pembangunan hunian sementara. Total 4.500 unit huntara dibangun dan tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Adapun Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman telah memulai pembangunan hunian tetap di ketiga provinsi tersebut. Sebanyak 2.500 unit pertama telah dibangun pada pekan lalu di lahan milik pemerintah, termasuk lahan BUMN. Adapun 2.500 unit berikutnya direncanakan mulai dibangun pada awal pekan depan.

Teddy menegaskan, pembangunan huntara dan huntap dilakukan dengan memperhatikan sejumlah kriteria.

Ia juga berharap pemerintah daerah berperan aktif dalam penyediaan lokasi serta proses perpindahan warga ke hunian yang telah disiapkan pemerintah.

“Hunian sementara dan hunian tetap ini dibangun dengan memenuhi beberapa kriteria, yakni bukan di lokasi rawan bencana, lokasinya cukup dekat dengan rumah, jalan besar, fasilitas umum serta tempat bekerja para pengguna,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama