tirto.id - Kehadiran Sekolah Rakyat di berbagai daerah mendapatkan sambutan yang antusias dari warga kurang mampu. Ini menunjukkan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut mulai membawa dampak positif.
Antusiasme menyambut pendirian Sekolah Rakyat terlihat salah satunya di Kota Batu, Jawa Timur. Di kota ini, sudah ada 75 anak dari keluarga kurang mampu yang mendaftar sebagai siswa Sekolah Rakyat.
Anak-anak yang akan menempuh pendidikan jenjang SMP di sekolah berasrama itu terdiri dari 35 laki-laki dan 40 perempuan. Mereka akan tergabung dalam tiga rombongan belajar (rombel) Sekolah Rakyat di Kota Batu.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), melihat langsung antusiasme warga terhadap Sekolah Rakyat di Batu saat mendatangi Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (UPT PPSPA) Bimasakti. Di sana, Gus Ipul berdialog bersama para orang tua calon siswa Sekolah Rakyat.
Sebelum dialog berlangsung, Gus Ipul menayangkan video pernyataan Presiden Prabowo yang menegaskan komitmen negara menghapus kemiskinan lewat akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin. Dia lantas menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah program berkelanjutan yang menjadi komitmen negara.
Melihat besarnya minat warga dan kesiapan pemerintah daerah setempat, dia menyatakan Sekolah Rakyat di Batu akan menjadi salah satu percontohan nasional dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.
Saat berdialog dengan Gus Ipul, para orang tua menyampaikan harapan besarnya terhadap Sekolah Rakyat. Pujiati, seorang buruh cuci, berharap Sekolah Rakyat dapat menumbuhkan kedisiplinan pada diri anaknya.
"Senang sekali, anak-anak jadi bisa ngaji teratur, sekolahnya juga teratur, enggak main HP terus," ujar dia.
Orang tua siswa Sekolah Rakyat lainnya, Anis Berti, bahkan tidak kuasa menahan air mata saat menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah.
"Alhamdulillah, saya terbantu sekali. Anak-anak punya semangat tinggi untuk sekolah. Terima kasih, Pak Presiden dan Pak Mensos," ujar Berti terharu.
Sambutan serupa datang dari Suhadi, warga Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang. Ia menyambut baik program ini dan berharap Sekolah Rakyat akan terus berlanjut.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, berkomitmen segera menuntaskan proses administrasi dan penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi para siswa Sekolah Rakyat di daerahnya.
"Sebagai Wali Kota, saya menyambut baik antusiasme masyarakat. Insya Allah, 75 anak ini segera kami tetapkan sebagai peserta didik Sekolah Rakyat Kota Batu," kata dia.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































