Menuju konten utama

Mensos RI: 9.000 Lebih Calon Murid Ikuti Asesmen Sekolah Rakyat

Gus Ipul mengaku, asesmen tersebut dilakukan dengan cara bertemu orang tua di kediaman calon siswa masing-masing.

Mensos RI: 9.000 Lebih Calon Murid Ikuti Asesmen Sekolah Rakyat
Konferensi pers Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Menteri PPPA Arifah Fauziah, Wakil Ketua BKN Haryomo Dwi Putranto, Menpan RB Rini Widyantini, usai menggelar rapat kesiapan pembukaan Sekolah Rakyat di Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2025). Tirto.id/Ayu Mumpuni

tirto.id - Menteri Sosial (Mensos) RI, Syaifullah Yusuf, menyatakan proses asesmen kepada sejumlah murid calon peserta didik di Sekolah Rakyat sudah berlangsung. Asesmen berlangsung dengan mendatangi rumah masing-masing calon murid dan wawancara kepada orang tua.

"Hari ini sudah lebih dari 9.000 siswa yang telah dilakukan asesmen lewat pertemuan dengan orang tua di rumah masing-masing," ucap menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu di Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2025).

Gus Ipul menerangkan, jika ada calon murid yang memiliki penyakit menular, tidak serta-merta akan ditolak karena berbahaya bagi murid lain. Meski konsep Sekolah Rakyat adalah asrama, namun solusi untuk anak dengan kondisi penyakit menular akan tetap dicarikan.

"Mungkin, mungkin mohon maaf ada yang memiliki penyakit menular, misalnya. Ya karena ini sekolah berasrama, maka yang ini bukan terus tidak diterima. Ini kita akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan mereka bisa diobati dan disembuhkan," tutur Gus Ipul.

Di sisi lain, Gus Ipul juga mengungkap bahwa jumlah lokasi yang sampai saat ini akan dijadikan Sekolah Rakyat telah mencapai 65. Beberapa dari lokasi tersebut sudah mulai direnovasi sejak dua hari lalu dan diperkirakan akan selesai akhir Juni hingga awal Juli 2025.

Gus Ipul menambahkan, rekrutmen tenaga pengajar Sekolah Rakyat pun akan segera dibuka dengan sistem PPP3 atau PNS. Sedangkan untuk jabatan kepala sekolah hanya tinggal satu tahap akhir.

"Dari sekian 500 lebih yang mendaftar yang dinyatakan layak sudah 150 lebih, sudah 153. Nah, nanti dari 153 itu akan memasuki seleksi tambahan, nanti akan kita pilih sesuai dengan jumlah yang diperlukan, jumlah kepala sekolah yang diperlukan," ujar Gus Ipul.

Wakil Kepala BKN, Haryomo Dwi Putranto, menambahkan, proses rekrutmen guru akan dijalankan sebagaimana proses seleksi PPPK.

Haryomo mengaku akan ada 35 titik lokasi perekrutan guru yang disediakan untuk tenaga pengajar di Sekolah Rakyat. Puluhan titik itu akan memfasilitasi 3.500 orang.

"Kalau misalnya akan terpenuhi semua formasi yang sudah ditetapkan, kurang lebih maksimal enam hari untuk seleksi itu sudah bisa kita selesaikan," ungkap Haryomo.

Baca juga artikel terkait SEKOLAH RAKYAT atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher