tirto.id - Contoh teks sambutan pembagian zakat fitrah yang baik dan benar dapat menjadi acuan bagi takmir masjid atau panitia yang bertugas. Simak selengkapnya.
Zakat Fitrah merupakan zakat jiwa (zakat al-nafs) yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim, laki-laki maupun perempuan, bayi maupun dewasa.
Adapun seseorang yang wajib zakat perlu memenuhi beberapa kriteria, yaitu beragama Islam, menemui waktu wajib, mampu, dan tidak sedang di bawah tanggungan orang lain. Mampu yang dimaksud ialah memiliki kelebihan makanan atau harta untuk dirinya dan keluarga pada malam dan hari raya Idulfitri.
Kemudian, waktu pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan selama bulan Ramadhan sampai sebelum ditunaikannya salat Idulfitri pada 1 Syawal. Berbeda dengan zakat mal yang besarannya ditentukan berdasarkan harta kekayaan yang dimiliki, zakat fitrah dibayar menggunakan makanan pokok seberat 1 sha’ atau setara dengan 2,5 kg beras.
Teks Sambutan Pembagian Zakat Fitrah
Dalam Islam, zakat fitrah memiliki memiliki keutamaan baik di sisi spiritual maupun sosial. Zakat fitrah dapat menyempurnakan bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia, kata-kata yang tidak bermanfaat, atau dosa-dosa kecil yang tidak sengaja dilakukan selama bulan Ramadhan.
Selain itu, zakat fitrah juga memastikan agar tidak ada umat Muslim yang kelaparan atau meminta-minta di hari raya. Zakat ini menjamin golongan yang berhak menerima zakat bisa merasakan nikmatnya hidangan di hari kemenangan.
Di Indonesia, zakat fitrah dapat disalurkan secara pribadi maupun melalui Lembaga amil zakat atau masjid terdekat. Dalam penyaluran zakat yang digelar secara formal, maka diperlukan teks sambutan dari panitia atau takmir masjid.
Sambutan tersebut biasanya menerangkan tentang siapa saja yang telah membayar zakat, keutamaan zakat fitrah, hingga kelompok mustahiq yang hadir. Sambutan yang baik dan benar dapat memberikan kebahagiaan tersendiri bagi para mustahiq dan orang yang berzakat.
Berikut teks lengkap sambutan pembagian zakat fitrah yang baik dan benar:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahirobbil ‘alamin, wassholatu wassalamu ‘ala asyrofil anbiya-i wal mursalin, wa’ala alihi washohbihi ajma’in. Amma ba’du.
Yang kami hormati Bapak/Ibu Tokoh Masyarakat,
Yang kami muliakan para Mustahik (penerima zakat),
Serta seluruh panitia dan hadirin yang dirahmati Allah.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Atas izin-Nya, kita dapat berkumpul di penghujung Ramadhan ini dalam keadaan sehat untuk melaksanakan salah satu kewajiban agama, yakni penyaluran Zakat Fitrah. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad saw.
Hadirin yang berbahagia,
Zakat Fitrah bukan sekadar rutinitas tahunan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, zakat ini berfungsi sebagai thuhratan lish-shooimi (pembersih bagi orang yang berpuasa) dari perbuatan sia-sia dan sebagai thu’matan lil masakiin (makanan bagi orang-orang miskin).
Kami selaku panitia (Unit Pengumpul Zakat) ingin menyampaikan beberapa hal:
Kami telah menerima zakat dari para warga/jamaah dan pada hari ini amanah tersebut akan kami salurkan kepada Bapak/Ibu yang berhak menerimanya. Kami berharap bantuan yang tidak seberapa ini dapat membantu meringankan beban dan menambah kebahagiaan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri esok hari. Apabila dalam proses pendataan maupun penyaluran terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan di hati Bapak/Ibu, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.
Bapak dan Ibu yang kami muliakan,
Mari kita berdoa bersama agar para Muzakki (pemberi zakat) diberikan keberkahan atas hartanya, dan kita semua diberikan kesehatan serta dipertemukan kembali dengan Ramadhan di tahun-tahun mendatang.
Demikian sambutan singkat ini. Mari kita awali proses pembagian ini dengan mengucap Basmalah.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pembaca dapat mengakses artikel mengenai zakat melalui tautan berikut ini:
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id







































