Menuju konten utama

Niat Zakat Fitrah untuk Ibu Kandung, Mertua, & Sudah Meninggal

Simak niat zakat fitrah untuk ibu kandung, mertua, dan orang yang sudah meninggal dunia, jelang Idul Fitri atau Lebaran.

Niat Zakat Fitrah untuk Ibu Kandung, Mertua, & Sudah Meninggal
Ilustrasi Memberi Zakat. foto/Istckphoto

tirto.id - Menjelang Idul Fitri atau Lebaran, umat Islam perlu mengetahui niat khusus untuk mengeluarkan zakat fitrah. Berikut ini ulasan tentang niat zakat fitrah untuk ibu kandung, mertua, dan orang yang sudah meninggal dunia.

Zakat fitrah merupakan zakat wajib yang diberikan oleh setiap umat Islam mampu. Zakat tersebut dikeluarkan pada bulan Ramadhan hingga menjelang salat Idul Fitri. Adapun jenis yang disalurkan berupa makanan pokok sehari-hari, yang jenisnya tergantung pada setiap daerah.

Dalam Islam, zakat fitrah ini berfungsi ganda. Pada sisi sang pemberi zakat, ia menjadi penyuci mereka yang berpuasa dari ucapan keji sepanjang Ramadan. Sedangkan pada sisi yang diberi zakat, ini menjadi makanan bagi mereka, agar kebutuhan terpenuhi pada hari raya Idul Fitri.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah berkata: T"elah mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari segala perkataan yang keji dan buruk yang mereka lakukan sepanjang mereka berpuasa, juga untuk menjadi makanan bagi orang yang miskin.”

Teks Niat Zakat Fitrah untuk Ibu Kandung, Mertua, & Sudah Meninggal

Zakat fitrah diwajibkan bagi umat Islam yang mempunyai kelebihan makanan di malam dan siang hari raya Idul Fitri. Selain itu, zakat fitrah juga diwajibkan bagi orang yang mengalami atau menemui hari-hari bulan puasa dan awal jatuhnya satu Syawal.

Zakat fitrah memiliki perbedaan dengan zakat-zakat lain dalam Islam. Jika zakat-zakat lain melekat pada benda atau harta (kepemilikan) maka zakat fitrah melekat pada zakat jiwa seorang muslim. Selama ia masih hidup hingga batas waktu yang ditentukan, maka ia dikenai wajib zakat fitrah.

Berdasarkan keputusan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), besaran zakat fitrah tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi sebesar Rp50.000 per jiwa atau setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium. Besaran tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan perkembangan harga beras di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam memberikat zakat fitrah, seseorang wajib berniat. Niat merupakan syarat sah dan bagian dari rukun dalam menunaikan zakat fitrah. Tanpa niat, pemberian harta tersebut hanya dianggap sebagai sedekah biasa dan tidak menggugurkan kewajiban zakat fitrah seseorang.

Niat zakat fitrah bagi beberapa orang juga perlu dilafalkan. Pelafalan tersebut perlu merujuk pada subjek yang mengeluarkan zakat, misalnya diri sendiri, anak, orang tua, ibu kandung, dan beberapa orang lain yang diwakilkan

Berikut ini rincian niat zakat fitrah untuk diketahui:

1. Niat zakat fitrah untuk diri sendiri

Saat diri sendiri hendak berzakat, lafal niatnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ اْلفطر عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًالِلهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'an nafsii fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah dari diriku sendiri fardu karena Allah Ta’ala.”

2. Niat zakat fitrah untuk keluarga dan diri sendiri

Niat zakat fitrah untuk keluarga Arab dan latin mempunyai lafal sebagai berikut:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: "Aku berniat untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya sendiri serta untuk seluruh orang yang nafkahnya telah menjadi tanggungan diriku fardhu, karena Allah Ta’ala."

Bacaan tersebut juga dapat digunakan sebagai niat zakat fitrah untuk suami-istri dan anak.

3. Niat zakat fitrah untuk orang lain yang diwakilkan termasuk ibu kandung dan mertua

Seseorang bisa membayarkan zakat fitrah untuk orang lain. Sebelum mengeluarkan zakatnya, ia bisa membaca lafal niat berikut:

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah bagi (sebutkan nama orang yang diwakilkan), fardhu karena Allah Ta’ala.

Sedangkan seorang penerima zakat fitrah disunahkan mendoakan pemberi zakat dengan doa-doa yang baik. Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa pun. Di antara contoh doa tersebut adalah seperti di bawah ini:

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Artinya, “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

-----

Selengkapnya artikel mengenai Ramadhan dan Idul Fitri dapat diakses melalui tautan berikut ini:

RAMADHAN/LEBARAN 2026

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2026 atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo