tirto.id - Salah satu keistimewaan di bulan Ramadhan yaitu adanya malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Apa saja doa dan keutamaan malam Lailatul Qadar? Ini kumpulan nasehat dan pesan di malam Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar merupakan malam turunnya Al Qur’an untuk pertama kalinya. Dalam sejarah kenabian, Allah menurunkan Al-Qur’an dari Lauh Al-Mahfuz ke Baitul Izzah atau langit dunia pada malam Lailatul Qadar.
Namun, kapan waktu terjadinya malam Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah. Mayoritas ulama menyebut malam Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Merujuk penetapan awal Ramadhan versi organisasi masyarakat (ormas) Muhammadiyah yang jatuh pada 18 Maret 2026, maka malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan jatuh pada 9, 11, 13, 15, 17 Maret 2026.
Nasehat & Pesan Malam Lailatul Qadar
Berikut kumpulan nasehat dan pesan tentang malam Lailatul Qadar yang bisa dijadikan inspirasi:
- Beribadahlah karena cinta dan butuhnya kita kepada Allah, bukan sekadar mengejar bonus pahala 83 tahun. Keikhlasan adalah kunci terkabulnya doa.
- Jangan bingung saat malam tiba. Tuliskan daftar nama keluarga, sahabat, dan hajat spesifik kita agar tidak ada yang terlewat saat waktu mustajab.
- Jangan habiskan waktu sahur hanya untuk makan. Sisakan 15-20 menit untuk beristighfar dan shalat witir jika belum dilakukan.
- Sisihkan nominal tertentu (meski kecil) di setiap malam ganjil. Jika malam itu Lailatul Qadar, Anda dicatat bersedekah selama puluhan tahun.
- Saat fisik lelah atau sedang berhalangan (bagi wanita), lisan yang terus basah dengan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar tetap bernilai luar biasa.
- Bersihkan hati dari dendam. Allah Maha Pengampun, maka jadilah pemaaf agar ampunan-Nya lebih mudah turun kepadamu.
- Jangan habiskan energi untuk berdebat tentang kapan tepatnya Lailatul Qadar. Cukup kerjakan ibadah dan biarkan Allah yang menentukan.
- Malaikat menyukai kebersihan dan aroma yang baik. Kondisikan tempat ibadah di rumah agar nyaman dan sakral.
- Banyak yang semangat di malam ke-21 tapi tumbang di malam ke-29. Tetaplah konsisten hingga malam terakhir Ramadhan.
- Sebagaimana Rasulullah membangunkan keluarganya, ajaklah pasangan atau anak untuk merasakan suasana malam yang tenang ini.
- Jangan merasa tidak layak mendapat Lailatul Qadar karena masa lalu yang kelam. Justru malam ini ada untuk menjemput para pendosa menuju ampunan.
- Godaan terbesar saat ini adalah memotret suasana masjid atau update status sedang itikaf. Simpan ponselmu; biarkan hanya Allah yang tahu ibadahmu.
- Bayangkan ini adalah Ramadhan terakhirmu. Perasaan perpisahan biasanya akan membuat seseorang memberikan yang terbaik di detik-detik terakhir.
- Lebih baik membaca satu halaman Al-Qur'an dengan tetesan air mata karena paham maknanya, daripada khatam berkali-kali namun hati tetap keras.
- Anggaplah malam ini adalah waktu privat antara kamu dan Allah. Curhatkan segala beban, harapan, dan ketakutan yang tidak bisa diceritakan kepada manusia.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Dalam Islam, waktu malam Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah. Menurut pandangan mayoritas ulama, malam Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Hal ini merujuk pada hadis riwayat Aisyah RA, ia berkata: "Rasulullah SAW bersungguh-sungguh [beribadah apabila telah masuk] malam kesepuluh [terakhir] yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lain," (H.R. Muslim).
Pada 10 hari terakhir Ramadhan tersebut, umat Islam akan beritikaf di masjid dan menunaikan ibadah lainnyauntuk mendapatkan malam Lailatul Qadar. Terkhusus malam Lailatul Qadar sendiri, Rasulullah SAW bersabda: "Carilah Lailatul qadar pada tanggal-tanggal ganjil dari sepuluh akhir bulan Ramadan," (H.R. Bukhari).
Berdasarkan hal itu, malam Lailatul Qadar bisa jadi akan jatuh pada salah satu dari 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan. Pada tanggal-tanggal tersebut, umat Islam biasanya menghidupkan malam dengan amal ibadah tertentu.
Berikut ini sejumlah keutamaan malam Lailatul Qadar:
1. Lebih Baik dari Seribu Bulan
Salah satu keutamaan yang paling masyhur keutamaan malam Lailatul Qadar yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan atau setara dengan setara 83-84 tahun. Hal ini juga diterangkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr Ayat 1-5:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ٥
innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr, wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr, lailatul-qadri khairum min alfi syahr, tanazzalul-malâ'ikatu war-rûḫu fîhâ bi'idzni rabbihim, ming kulli amr, salâmun hiya ḫattâ mathla‘il-fajr.
Artinya: “(1) Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar. (2) Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? (3) Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. (4) Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. (5) Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1-5)
2. Malam turunnya Al-Qur'an
Dari sejarahnya, malam Lailatul Qadar adalah waktu di mana Al Qur’an sebagai pedoman hidup manusia diturunkan oleh Allah. kepada Nabi Muhammad SAW untuk pertama kalinya.
Wahyu pertama yang turun adalah surah Al-Alaq ayat 1-5. Wahyu Al-Qur’an ini ialah penyempurna kitab-kitab terdahulu dan mukjizat terbesar bagi Rasulullah.
3. Malam penuh ampunan
Malam Lailatul Qadar adalah malam penuh maghfirah (pengampunan) dari Allah. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis dari jalur Abu Hurairah sebagai berikut:
“Siapa yang mengerjakan ibadah pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu,” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Doa Malam Lailatul Qadar
Salah satu doa malam Lailatul Qadar tertuang dalam hadis Riwayat Imam At-Tirmidzi yang berbunyi:
وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي
Artinya, “Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai lailatul qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’’” (HR At-Tirmidzi).
Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa doa malam Lailatul Qadar berbunyi:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah).
Artinya, “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”
Pembaca dapat mengakses artikel mengenai Lailatul Qadar melalui tautan berikut ini:
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





































