tirto.id - Terdapat sejumlah amalan malam Lailatul Qadar bagi wanita haid yang dapat diamalkan di 10 hari terakhir Ramadhan. Dalam Islam, wanita haid memiliki batasan tersendiri dalam ibadah. Lalu, apakah wanita haid bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan dan menjadi momen yang sangat istimewa bagi umat Islam. Salah satu keutamaan Lailatul Qadar adalah mendapatkan pahala yang berlipat ganda sehingga disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Tak ada yang tahu kapan Lailatul Qadar datang, kecuali Allah SWT. Namun, keutamaan malam Lailatul Qadar membuat umat Islam berlomba-lomba untuk mencarinya, yakni dengan cara meningkatkan ibadah, mulai dari salat malam hingga berdoa, terutama pada 10 hari terakhir Ramadhan.
“Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Sementara itu, para wanita muslim sering khawatir dirinya tidak bisa mendapatkan Lailatul Qadar karena adanya haid yang sudah menjadi kodratnya. Padahal, ada banyak amalan Lailatul Qadar untuk wanita haid yang masih bisa dilakukan.
Amalan Malam Lailatul Qadar untuk Perempuan Haid
Wanita yang sedang haid dianggap sama dengan orang yang memiliki hadas sehingga ada pembatasan terkait ibadahnya, misalnya dilarang salat dan puasa. Meski demikian, ada sejumlah amalan malam Lailatul Qadar bagi wanita haid untuk mendapatkan malam kemuliaan.
Berikut amalan malam Lailatul Qadar untuk wanita yang sedang haid:
1. Membaca Al-Qur'an

Selama ini banyak orang beranggapan bahwa wanita haid dilarang untuk membaca Al-Qur'an. Anggapan ini muncul karena membaca Al-Qur'an memang dianjurkan untuk mengikuti adab, termasuk dalam keadaan suci dari hadas maupun najis serta berwudhu.
Para ulama pun berbeda pendapat mengenai masalah ini. Dilansir dari laman Muhammadiyah, Fatwa Tarjih menyebutkan bahwa larangan membaca Al-Qur'an bagi orang yang memiliki hadas (termasuk wanita haid) hanyalah berdasarkan etika dan kepatutan.
Etika ini muncul sebagai tanda memuliakan Al-Qur'an yang merupakan firman Allah SWT. Meski demikian, tidak ada dalil atau hadis yang shahih dan jelas yang dapat dijadikan dasar hukum untuk melarang wanita haid membaca Al Quran.
Begitu pun dengan menyentuh Al-Qur'an, terjadi perbedaan pendapat apakah wanita haid boleh menyentuh mushaf atau tidak. Sebagian besar ulama fikih berpendapat bahwa wanita haid tidak boleh menyentuh Al Quran karena dalil berikut:
“Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur'an), kecuali para hamba (Allah) yang disucikan.” (QS. Al-Waqi’ah: 79).
Namun, ada pula sebagian pendapat yang mengatakan bahwa hamba Allah yang suci adalah mereka yang beriman kepada Allah SWT, baik itu manusia maupun malaikat.
Jadi, berdasarkan pendapat tersebut, semua mukmin boleh menyentuh Al-Qur'an, termasuk wanita haid. Akan tetapi, menyentuh Al-Qur'an dalam kondisi tidak berhadas tentunya lebih utama.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa membaca Al-Qur'an termasuk amalan malam Lailatul Qadar bagi wanita haid. Jika berpegang pada pendapat ulama yang tidak membolehkan menyentuh mushaf, maka cukup baca dalam hati (atau tanpa suara) ayat Al-Qur'an yang sudah dihafal tanpa memegang kitabnya secara fisik dengan niat mengingat Allah.
Bisa juga membaca Al-Qur'an di HP karena aplikasi Al-Qur'an di gawai tidak dianggap sebagai mushaf. Jadi, ada banyak cara untuk membaca Al-Qur'an bagi wanita yang sedang haid di bulan Ramadhan.
2. Berzikir

Salah satu amalan wanita haid di malam Lailatul Qadar adalah berzikir. Berzikir berarti mengingat Allah SWT dengan mengucapkan pujian terhadap-Nya. Wanita haid bisa memperbanyak zikir di 10 hari terakhir Ramadhan dan tidak ada larangan mengenai hal ini.
Berzikir bisa dilakukan dengan tiga cara. Pertama, berzikir dengan hati, yaitu dengan memikirkan ciptaan Allah sehingga timbul keteguhan dalam hati bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.
Kedua, berzikir dengan lisan, yakni mengucapkan thayyibah atau yang mengandung nama Allah, misalnya tasbih, tahmid, takbir, maupun tahlil. Zikir lisan bisa diucapkan dengan lirih maupun suara keras selama tidak mengganggu orang lain.
Ketiga, berzikir dengan perbuatan, yaitu dengan berdoa dan berbuat baik kepada semua makhluk Allah, termasuk pada hewan dan tumbuhan.
3. Shalawat

Sama halnya dengan berzikir, bershalawat termasuk amalan malam Lailatul Qadar bagi wanita haid dan dianjurkan dalam Islam. Shalawat bukan hanya ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW, tapi juga sebagai penghormatan dan doa bagi beliau.
Di sisi lain, tak ada larangan bagi wanita haid untuk mengucapkan shalawat Nabi. Sebaliknya, memperbanyak shalawat justru akan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT sekaligus menambah pahala di bulan Ramadhan, apalagi jika dilakukan di malam Lailatul Qadar.
4. Berdoa

Amalan Lailatul Qadar bagi wanita haid yang juga bisa dilakukan adalah memperbanyak doa. Berdoa berarti memohon kepada Allah SWT. Doa juga merupakan bentuk komunikasi langsung sekaligus wujud penghambaan manusia terhadap Tuhannya.
Di 10 malam terakhir Ramadhan, wanita haid hendaknya lebih banyak berdoa, baik untuk kebaikan dirinya sendiri, keluarga, maupun untuk seluruh muslim di dunia.
Selain itu, ada doa yang dianjurkan untuk Lailatul Qadar yang diajarkan Rasulullah SAW dan diriwayatkan oleh diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.
Berikut doanya:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
(Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī)
Arti: “Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf yang Pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku.”
5. Bersedekah

Bersedekah adalah amalan yang sangat disukai oleh Allah SWT, Rasulullah SAW juga kerap memberi contoh terkait bersedekah. Oleh karena itu, bersedekah termasuk amalan malam Lailatul Qadar bagi perempuan haid, terutama jika dilakukan di 10 hari terakhir Ramadhan.
Bersedekah bisa dilakukan dengan banyak cara, mulai dari menyumbangkan uang, membantu orang dengan tenaganya, berbagi ilmu yang dimiliki, atau sekadar memberikan senyuman kepada sesama saudara muslim.
6. Memperbaiki Hubungan

Salah satu amalan malam Lailatul Qadar bagi wanita haid adalah menyambung tali silaturahmi. Silaturahmi dan menjaga hubungan baik dengan sesama memiliki keutamaan tersendiri dalam agama Islam. Selain mendapatkan pahala, silaturahmi juga bisa melapangkan rezeki dan mendatangkan keberkahan dari Allah SWT.
Jadi, di malam Lailatul Qadar, wanita haid pun bisa melakukan amalan yang satu ini. Misalnya dengan meminta maaf kepada keluarga maupun memaafkan orang-orang yang pernah menyakitinya.
Cara Perempuan Tetap Mendapatkan Malam LailatulQadar
Baik laki-laki maupun perempuan, keduanya memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar, tapi besar atau kecilnya kesempatan tersebut sangat ditentukan oleh usaha masing-masing.
Tak terkecuali dengan wanita haid. Meski dilarang untuk salat dan berpuasa, haid bukanlah penghalang untuk beribadah dan berburu Lailatul Qadar. Berikut cara mendapatkan malam Lailatul Qadar bagi wanita yang sedang haid
1. Berdoa agar Mendapatkan LailatulQadar
Salah satu cara agar bertemu Lailatul Qadar adalah meminta langsung kepada Allah SWT. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan ketika doa orang beriman dan bertakwa banyak dikabulkan. Maka, tak ada salahnya untuk memohon kepada Allah SWT agar dipertemukan dengan Lailatul Qadar.2. Tingkatkan Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Sebagaimana hadis Nabi yang mengatakan bahwa Lailatul Qadar bisa datang di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan, maka kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di waktu-waktu tersebut.Bagi wanita haid, lakukan semua amalan sunah, mulai dari membaca ayat suci Al-Qur'an, berzikir, hingga saling memaafkan untuk memperbaiki hubungan. Sementara jika sedang tidak haid, maka amalannya bisa ditambah dengan salat malam dan iktikaf sesuai anjuran Rasulullah SAW.
3. Terus Berbuat Baik dan Ikhlas
Jangan pernah berhenti berbuat baik dengan landasan keikhlasan. Ingatlah bahwa setiap kegiatan kita bisa bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah SWT. Ada banyak perbuatan baik yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan khususnya di 10 Hari terakhirnya.Misalnya, menyiapkan hidangan berbuka maupun sahur untuk keluarga, membersihkan rumah, mendidik anak jika sudah berkeluarga, dan masih banyak lagi.
4. Yakin dan Tawakal
Allah SWT akan mengikuti prasangka hamba-Nya, maka sudah sepatutnya kita selalu berprasangka baik kepada Allah SWT. Begitu pula terkait malam Lailatul Qadar. Setelah kita melakukan seluruh upaya untuk mendapatkan malam kemuliaan tersebut, maka kita harus bertawakal (berserah diri) dan yakin bahwa tidak akan ada yang sia-sia.Apa yang Harus Dihindari pada Lailatul Qadar?
Setelah mengetahui amalan malam Lailatul Qadar bagi wanita haid, kita juga perlu memahami hal apa saja yang sebaiknya dihindari saat malam kemuliaan tersebut datang. Berikut hal-hal yang sebaiknya ditinggalkan di malam Lailatul Qadar:
1. Meninggalkan Ibadah dan Amalan Sunah LailatulQadar
Sepuluh hari terakhir Ramadhan, khususnya malam Lailatul Qadar, adalah kesempatan emas untuk menumpuk pahala, menghapus dosa, dan mendapatkan rahmat Allah SWT. Itulah kenapa umat Islam diimbau untuk tidak meninggalkan ibadah dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal saleh.2. Bersikap Lalai dan Bermaksiat
Menghabiskan waktu dengan hal yang sia-sia atau bahkan bermaksiat tentunya patut dihindari, misalnya ghibah, bertengkar, berprasangka buruk pada Allah, menonton hal yang tidak bermanfaat, bermain-main sepanjang waktu, atau melakukan hal-hal lainnya yang dilarang agama.Kegiatan seperti ini tak hanya mengurangi kesempatan kita untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar, tapi juga berpotensi menumpuk dosa.
3. Melanggar Larangan bagi Wanita Haid
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, wanita yang sedang haid memiliki batasan tertentu dalam beribadah, contohnya dilarang salat dan berpuasa. Wanita haid juga tidak diperbolehkan melakukan iktikaf di masjid.Jadi, sebaiknya hindari hal-hal yang memang sudah dilarang bagi wanita haid. Jangan memaksa untuk melakukannya dengan dalih ingin mendapatkan Lailatul Qadar karena usahanya akan sia-sia. Terlebih, wanita haid masih bisa melakukan amalan sunah lainnya yang jauh lebih bermanfaat.
Demikian penjelasan terkait amalan malam Lailatul Qadar bagi wanita haid. Haid adalah kodrat seorang wanita yang memang tak bisa dihindari dan tetap patut disyukuri. Haid juga bukan penghalang bagi wanita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selamat beribadah dan semoga mendapatkan Lailatul Qadar!
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani