tirto.id - CH-47 Chinook termasuk salah satu helikopter raksasa. Helikopter CH47 Chinook milik Jepang kini bakal turut ambil bagian dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan Barat akan dibantu dengan menggunakan 3 helikopter berat milik Jepang, CH-47 Chinook. Bagaimana spesifikasi, kapasitas, cara kerja, hingga fungsi helikopter raksasa ini?
Sebanyak 3 helikopter raksasa dari Jepang, CH-47 Chinook, turut memperkuat operasi pemadaman karhutla. Tak hanya melakukan pemadaman dari udara, ketiga helikopter itu juga bisa mengangkut logistik ke lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pemadaman karhutla di Kalimantan Barat memiliki beberapa kendala dan tantangan. Pasalnya, lahan yang terbakar merupakan jenis lahan gambut sehingga api sulit dipadamkan.
“Api tidak mudah padam karena banyak lahan gambut. Api bisa menjalar dari bawah dan sulit dipandang dengan mata,” jelas Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, dikutip dari Antaranews, (10/9/2026).

Keterbatasan sumber air juga melanda sejumlah wilayah, sehingga menambah sulitnya upaya pemadaman karhutla. 3 helikopter CH-47 Chinook milik Jepang diperkirakan turut memudahkan pemadaman api.
“Adapun lama tugas mereka dalam membantu kita adalah dijadwalkan akan berlangsung selama 21 hari, untuk membantu seluruh tim pemadam kebakaran yang ada di lapangan,” terang Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, Kamis (10/9/2026).
Spesifikasi, Kapasitas, & Daya Angkut CH-47 Chinook
Helikopter CH-47 Chinook pada dasarnya dirancang untuk aplikasi militer. Namun, armada ini memiliki banyak kemampuan dan keunggulan, sehingga bisa digunakan untuk pemadaman kebakaran dari udara.
CH-47 Chinook diperkenalkan sejak tahun 1962 dan beroperasi di Amerika Serikat dan meluas secara internasional. Sebelum tahun 2013, sebagaimana dijelaskan di laman Billings Flying Service (6/9/2021), CH-47 Chinook hanya digunakan untuk mendukung pemadaman kebakaran udara oleh militer.
Pada 2013, pemerintah AS memutuskan untuk melelang sejumlah helikopter hingga bisa beroperasi secara komersial. CH-47 Chinook sekarang berubah menjadi mesin pemadam kebakaran yang tangguh dan efisien.

Melansir Blog Av Geek (23/10/2025), helikopter CH-47 Chinook memiliki tinggi 18 kaki 11 inci atau sekitar 5 meter dan panjang dari ujung rotor ke ujung rotor yakni 98 kaki 10 inci atau sekitar 29 meter. Sementara itu, panjang badan helikopter yakni 51 kaki atau sekitar 15 meter.
CH-47 Chinook ditenagai oleh 2 mesin Honeywell T.55 dan memiliki berat kotor 54.000 pon atau nyaris 24,5 ton. Helikopter ini menjadi salah satu yang tercepat, karena memiliki jangkauan 400 mil laut dengan bahan bakar internal dan kecepatan maksimum 170 knot.
Ketinggian terbang maksimum helikopter CH-47 Chinook mencapai lebih dari 20.000 kaki, sehingga bisa beroperasi di lingkungan dataran tinggi yang tidak bisa dijangkau helikopter lain.
Tak hanya kemampuan mesin, helikopter CH-47 Chinook juga memiliki tempat duduk untuk 33 pasukan dan perlengkapannya. Lebih dari itu, armada ini juga bisa dikonfigurasi untuk menampung hingga 44 pasukan yang duduk, 24 tandu medis, atau kombinasi keduanya.
Dikutip laman Jettly, helikopter CH-47 Chinook standar bisa mengangkat beban hingga sekitar 11.793 kg di permukaan laut. Namun, kapasitas angkatnya menurun pada ketinggian dan suhu yang lebih tinggi.

Pada ketinggian 5.000 kaki dan suhu 30°C, kapasitas angkat eksternal CH-47 Chinook diperkirakan sekitar 22.000 pon atau sekitar 9.979 kg. Smeentara itu, dalam kondisi panas dan ketinggian ekstrem, helikopter ini bisa mengangkat sekitar 16.000 pon atau 7.257 kg.
Di bagian bawahnya terdapat 3 kait untuk pengangkatan eksternal. Kait tersebut bisa digunakan untuk memindahkan artileri, kendaraan, atau perlengkapan darurat.
Pengait depan digunakan untuk muatan yang perlu diletakkan di depan pusat gravitasi. Sementara itu, pengait tengah merupakan titik pengangkatan berat utama, berkapasitas penuh 26.000 pon atau 11.793 kg pada permukaan laut.
Adapun pengait belakang berfungsi untuk beban yang diposisikan di bagian belakang atau untuk pengangkatan multi-titik terdistribusi.
Menurut keterangan melalui laman Billings Flying Service, dalam kasus pemadaman kebakaran, kait tengah utama bisa digunakan untuk membawa tali panjang dan ember yang biasa dikenal sebagai ember bambi.
Versi lain CH-47 juga ada yang memiliki tangki internal dengan pintu yang dioperasikan secara otomatis di bagian bawah helikopter dan snorkel untuk mengisi tangki.
Cara Kerja CH-47 Chinook Padamkan Karhutla
Sebagai armada yang berfungsi melakukan pemadaman kebakaran, helikopter CH-47 Chinook menggunakan salah satu kait untuk membawa air dalam ember besar. Ini menjadi metode pemadaman kebakaran udara paling umum dengan helikopter.
Ketika dilibatkan dalam operasi pemadaman karhutla, tali panjang berukuran antara 100–200 kaki atau 30–40 meter dihubungkan ke kait kargo tengah. Tali panjang tidak hanya menghubungi ember ke badan helikopter secara fisik, tapi juga secara elektrik untuk transmisi daya dan sinyal.
Pasalnya, di dalam ember ada sistem pompa dan katup. Ketika sinyal dikirim melalui tali panjang, daya dialirkan ke pompa yang mengisi ember. Ketika sinyal terpisah dikirim melalui tali panjang, katup di bagian bawah ember terbuka. Ini memungkinkan sejumlah air terukur untuk dijatuhkan di lokasi yang tepat.

Billings Flying Service menyebutkan helikopter CH-47 Chinook bisa mengangkut ember yang membawa air mencapai 2.70 galon air, tergantung pada suhu dan ketinggian. Ember bambi yang penuh dapat dilepaskan sepenuhnya dalam waktu 3 detik.
Tak hanya itu, CH-47 Chinook juga dilengkapi dengan sistem pengumpulan data. Sistem perjalanan untuk mengisi dan menjatuhkan air dilacak menggunakan koordinat GPS, kecepatan udara, dan ketinggian.
Teknologi ini memungkinkan pencatatan peristiwa pengisian dan penjatuhan air dengan merinci jumlah galon dan lokasi. Dengan pengumpulan data yang sedemikian rupa, pengguna bisa secara aktif mengelola dan melacak kinerja setiap armada dalam pemadaman karhutla.
Multifungsi, Bantu Evakuasi dan Angkut Logistik
Helikopter CH-47 Chinook mulanya menjadi perangkat militer, tapi bisa diperuntukkan dalam operasi yang memudahkan dalam membawa beban berat, khususnya jika terjadi bencana.
Berdasarkan catatan Jettly, aplikasi umum helikopter CH-47 Chinook di kalangan sipil adalah mengangkat unit Heating, Ventilation, & Air Conditioning (HVAC) ke atap gedung tinggi dan memasang menara transmisi di daerah terpencil.
Selain itu, CH-47 Chinook juga mampu memasang jembatan prefabrikasi di atas sungai atau ngarai. Kemudian, helikopter ini juga mampu memindahkan peralatan konstruksi ke lokasi tanpa akses jalan.
CH-47 Chinook pernah melakukan operasi dalam misi sipil lainnya, seperti penebangan kayu, pembangunan jalur listrik, dukungan lepas pantai, dan bantuan bencana di seluruh dunia. Hal tersebut tak lepas dari kapasitas pengangkatan beban beratnya yang membuat helikopter ini diandalkan dalam misi operasi bantuan bencana.

Secara historis, bahkan CH-47 Chinook pernah membantu mengangkut palet berisi air, makanan, dan generator ke daerah-daerah yang hancur di Florida selatan pada Badai Andrew tahun 1992.
Helikopter ini bisa memuat bantuan bencana yang umum, seperti palet berisi air dan makanan, jembatan sementara, tangki bahan bakar, dan generator. Selain itu, CH-47 Chinook juga bisa mengangkut kelompok besar warga sipil yang dievakuasi saat terjadi bencana.
Lebih dari itu, helikopter yang sama juga bisa mendarat di landasan pacu yang rusak atau lokasi darurat. CH-47 Chinook dapat beroperasi murni melalui pengangkutan muatan dengan tali jika pendaratan tidak memungkinkan.
Dalam krisis berskala besar, helikopter CH-47 Chinook mampu mengangkut beban berat yang tidak bisa dilakukan helikopter lain, seperti memindahkan infrastruktur dan peralatan.
Pembaca bisa mengakses artikel sejenis mengenai karhutla melalui tautan berikut ini:
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id


































